Pengertian Stakeholder, Teori dan Contohnya

Pengertian Stakeholder, Teori dan Contohnya – Apa itu stakeholder? Bagi sebagian orang mungkin sudah sering mendengar istilah ini khususnya bagi mereka yang bekerja diperusahaan. Dalam berbagai bidang, stakeholder ini sering digunakan untuk menunjuk pada suatu komunitas atau sekelompok orang yang memiliki kepentingan tertentu, dimana nantinya akan banyak faktor yang mempengaruhi berhasil atau tidaknya sebuah perusahaan.

Stakeholder merupakan suatu komunitas atau kelompok yang memiliki kepentingan, yang mana dari hadirnya komunitas atau kelompok tersebut akan sangat mempengaruhi pencapaian usaha. Dan begitu sebaliknya, kepentingan dari komunitas atau kelompok tersebut hanya bisa dicapai dengan peranserta dari perusahaan. Untuk lebih jelasnya berikut ulasannya :

Pengertian Stakeholder, Teori dan Contohnya

Pengertian Stakeholder

Apa itu stakeholder? Stakeholder merupakan sekelompok masyarakat yang memiliki hubungan dengan sebuah perusahaan baik sebagai pihak yang mempengaruhi maupun terpengaruhi. Pada dasarnya kelompok ini harus memiliki hubungan dengan instansi yang berhubungan dengan bidang ekonomi, sosial, dan lain sebagainya. Secara tidak langsung posisi stakeholder ini sangat mempengaruhi hasil dari sebuah usaha baik secara keseluruhan maupun beberapa bagian saja. Berikut ulasannya menurut salah satu ahli yaitu Wibisono :

Baca Juga :   Pengertian Perencanaan, Fungsi, Tujuan, Manfaat dan Jenis-Jenis Perencanaan

1. Instrumental

Dalam teori ini menyebutkan bahwa salah satu strategi yang bisa meningkatkan kinerja perusahaan adalah dengan memperhatikan kepentingan stakeholder. Yang mana keduanya harus memiliki hubungan yang saling menguntungkan. Pasalnya jika stalkeholder dan kinerja perusahaan bisa dijaga dengan baik, maka pendapatan yang didapatkan perusahaan akan semakin bertambah. Sehingga tidak heran jika pihak manajer sangat menjaga hubungan interaksi dengan pemangku kepentingan agar prosesnya bisa berjalan dengan lancar.

2. Normatif

Perlu kita ketahui bersama bahwa untuk menjalankan sebuah usaha atau bisnis kita tidak bisa jika hanya memperhitungkan keuntungannya saja. Pihak-pihak yang berjasa seperti stakehorlder juga berhak atas imbalan yang pantas. Selain itu perlu kita ketahui juga bahwa stakeholder yang memiliki pengaruh positif terhadap perusahaan juga bisa mengalihkan kepentingan ke pihak lain. Jika sudah begini bisa dipastikan akan ada kerugian yang diterima karena partisipan dalam persahaan berkurang. Sehingga bisa dikatakan bahwa stakeholder ini memiliki pengaruh yang cukup besar bagi perusahaan dan harus dijaga.

3. Deskriptif

Stakeholder merupakan suatu teori yang memberikan gambaran bagaimana seorang manajer harus mengelola tugas pemangku kepentingan agar bisa saling menguntungkan. Karena bagaimanpun juga keduanya saling membutuhkan dan jika ada yang merasa berat sebelah maka nantinya akan berimbas pada hasil perusahaan. Dan tentunya peran manajer disini sangat penting agar proses kinerja bisa berjalan dengan lancar tanpa kendala dan bisa membuahkan keuntungan yang besar bagi perusahaan.

Baca Juga :   Cara Menghitung Upah Lembur Yang Benar

Iya bagi sebagian orang khususnya yang tidak berkecimpung di dunia bisnis dan finansial tentu akan bertanya apa sih stakeholder itu? Secara tidak sadar istilah ini sering kali muncul dikehidupan kita sehari-hari. Namun, masih belum mengetahui pasti apa nama dan pengertiannya. Untuk lebih mudah mengetahui apa sebenarnya stakeholder, kita bisa lihat beberapa kejadian yang sering kita temui.  Stakeholder tidak hanya berkaitan dengan bidang ekonomi saja, ada juga yang berasal dari pemerintah, komunitas bahkan media massa.

Contoh Stakeholder

Beberapa contoh stakeholder bisa sering kita jumpai seperti pada staff, karyawan, supplier, dosen, satpam, bahkan mahasiswa. Pasalnya selama hal tersebut masih berkaitan dengan sebuah usaha, maka siapa saja bisa menduduki sebagai pemangku kepentingan. Misalnya dari sisi pemerintahan, peraturan yang dikeluarkan nantinya akan berpengaruh pada kebijakan yang diambil, bisa jadi menguntungkan atau sebaliknya. Untuk itu sebagai atasan harus mengetahui cara untuk membina hubungan baik dengan berbagai pihak.

Jika dari segi perusahaan, kita juga harus memperhatikan kelompok masyarakat yang mana mereka juga memiliki peran yang sangat besar dalam memberikan pendapatan kepada perusahaan. Iya, perannya tentu saja sebagai konsumen yang akan membeli produk yang dihasilkan. Semakin banyak kelompok masyarakat yang mengkonsumsi atau membeli maka keuntungan yang diperoleh juga akan bertambahh. Oleh karena itu kepuasan pelanggan akan sangat dibutuhkan agar masyarakat tetap menggunakan produk kita dan tidak beralih ke yang lain.

Baca Juga :   Pengertian Saham : Manfaat, Jenis-Jenis dan Resiko Saham

Demikian ulasan yang bisa kami sajikan untuk anda terkait dengan pengertian stakeholder, teori dan contohnya yang bisa kami tarik kesimpulan bahwa stakeholder merupakan pihak yang sangat berpengaruh pada perkembangan perusahaan dan salah satu yang bisa menghubungkan antara keduanya adalah manajer yang mana bertugas untuk menciptakan hubungan yang baik dan harmonis. Sekian dari kami semoga bermanfaat.

 

Categories Ekonomi