Pengertian Pantun : Ciri-Ciri, Syarat, Struktur dan Jenis-Jenis Pantun

Pengertian Pantun : Ciri-Ciri, Syarat, Struktur dan Jenis-Jenis Pantun – Masih soal materi pelajaran Bahasa Indonesia, jika diartikel sebelumnya kami telah menjelasakan terkait dengan pengertian cerpen, maka kali ini kami akan membahas yang terkait dengan pengertian pantun, ciri pantun, syarat pantun, dan beberapa contoh pantun berdasarkan jenis – jenis pantun yang ada.

Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita sering pendengarkan pantun, yang mana pantun tersebut biasanya sering kita temui di acara statiun televisi, di koran, majalah dan lainnya. Kira-kira apa sih pantun itu? Secara umum pantun merupakan salah satu jenis puisi lama dalam kesusastraan Bahasa Indonesia yang telah dikenal luas dan digunakan dalam beragam bahasa Nusantara.

Pengertian Pantun : Ciri-Ciri, Syarat, Struktur dan Jenis-Jenis Pantun

Pendapat lain menyebutkan bahwa pantun merupakan ucapan pikiran dan perasaan seseorang yang dapat digunakan sebagai media untuk menghibur, mendidik bahkan memberikan teguran kepada orang lain. Pantun ini sendiri sering digunakan dalam berbagai kegiatan seperti acara adat dan kegitan lainnya.

Pengertian Pantun Menurut Para Ahli

Pantun merupakan sebuah karya sastra yang berupa puisi lama yang sarat akan makna, kritik serta kaya akan ide ide kreatif yang padat kandungan maknanya. Agar lebih memahami pengertian pantun, berikut pengertian pantun menurut para ahli :

1. R. O Winsted

Menurut R. O Winsted pantun merupakan suatu rangkaian kata yang indah yang digunakan untuk melukiskan perasaan, kehangatan cinta, kasih sayang, rindu dan dendam oleh penuturnya.

Baca Juga :   4 Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Sosial dan Alam

2. Herman J. Waluyo

Menurut Herman J. Waluyo (2005:32) pantun merupakan puisi melayu asli yang telah mengakar sejak lama dalam masyarakat Indonesia.

3. Kaswan Darmadi dan Rita Nirbaya

Menurut Kaswan Darmadi dan Rita Nirbaya (2008:77) pantun merupakan jenis puisi melayu yang setiap baitnya terdiri dari empat larik dan bersajak a-b-a-b. Dimana untuk larik pertama dan kedua ialah sampiran, dan untuk larik ketiga dan keempat merupakan isi pantun.

4. Edi Warsidi dan Farika

Menurut Edi Warsidi dan Farika (2008:89) pantun merupakan jenis puisi lama yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia dari berbagai bahasa. Dalam bahasa Jawa pantun biasanya dikenal dengan istilah Parikan, dalam bahasa Sunda pantun dikenal dengan nama Paparikan, dan dalam bahasa Batak pantun dikenal dengan istilah Umpasa.

5. Sutan Takdir Alisyahbana

Menurut Sutan Takdir Alisyahbana (2004:1) pantun merupakan sebuah puisi lama yang telat dikenal oleh masyarakat Indonesia tempo dulu. Menurut Sutan pantun ini terdiri dari empat larik dan untuk setiap lariknya terdiri dari 4-6 kata atau 8-12 suku kata dimana pada baris pertama dan kedua merupakan sampiran, dan untuk baris ketiga dan keempat merupakan isi dari pantun.

Ciri – Ciri Pantun

Secara umum, pantun memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan jenis puisi lama. Berikut ciri-ciri pantun yang perlu kita ketahui :

  1. Pantun teridiri dari empat baris yang tiap barisnya terdiri dari 9-10 suku kata.
  2. Dua baris pertama di sebut sampiran, biasanya berisi tentang Kiasan kiasan.
  3. Dua baris kedua, baris ketiga dan baris keempat berisikan tentang isi atau maksud atau amanat yang ingin di sampaikan oleh pengarang.
  4. Pantun umumnya berciri sajak a-b-a-b di akhir kata.
Baca Juga :   Pengertian Komunikasi Verbal dan Non Verbal & Contohnya

Syarat – Syarat Pantun

Sebuah karya sastra dapat di katakan sebagai sebuah pantun apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Satu bait pantun terdiri dari 4 baris
  2. Baris pertama ( baris ke-1 & ke-2) adalah sampiran, baris ke dua (ke-3 & ke-4) adalah isi
  3. Satu baris pantun terdiri dari dari 8 – 12 suku kata
  4. Bersajak a-b-a-b

Struktur Teks Pantun

Perlu kita ketahui bersama bahwa setiap pantun itu tersusun oleh dua elemen penting yang terbentuk secara utuh dan membentuk satu kesatuan serta tidak bisa dipisahkan. Berikut struktur dari teks pantun :

  • Sampiran merupakan bagian yang terletak pada baris pertama dan kedua. Biasanya bagian sampiran ini tidak memiliki hubungan dengan isi pantun.
  • Isi merupakan bagian isi dari pantun yang terletak pada baris ketiga dan keempat. Bagian isi ini sendiri merupakan tujuan dari pantun itu sendiri yang bisa untuk menghibur bahkan mengkritik.

Jenis – Jenis Pantun

 Berdasarkan isinya pantun dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

1. Pantun Anak – Anak

Merupakan sebuah pantun yang dikhususkan untuk anak-anak, sehingga apapun yang disampaikan berhubungan dengan dunia anak.

Contoh:

Lebaran makan ketupat

Jangan lupa dengan dagingnya

Siap sering makan coklat

Hati-hati rusak giginya

2. Pantun Muda Mudi

Merupakan sebuah pantun yang dikhususkan untuk kawula muda (remaja), sehingga pantun muda ini umumnya berhubungan dengan masalah cinta

Contoh:

Manis manis sekepalan gula

Lebih manis sesendok madu

Manis manis senyum si janda

Lebih manis senyum bibirmu

3. Pantun Nasihat

Merupakan pantun yang berisi tentang rangkaian kata-kata yang mempunyai makna untuk menegur atau mengarahkan seseorang menjadi lebih baik lagi.

Contoh:

Manis jangan lekas ditelan

Pahit jangan lekas dimuntahkan

Mati semut karena manisan

Manis itu bahaya makanan

4. Pantun Jenaka

Merupakan sebuah pantun yang digunakan untuk tujuan menghibur orang yang mendengarnya, terkadang juga dipakai untuk media saling sindir dalam suasana yang penuh keakraban, sehingga tidak menimbulkan rasa tersinggung. Dengan pantun jenaka ini diharapkan suasana akan menjadi semakin riang.

Contoh:

Pohon menangis di tepi rawa

Tempat nenek tidur beradu

Sedang menangis nenek tertawa

Melihat kakek bermain gundu

5. Pantun Teka-Teki

Merupakan sebuah pantun yang isinya berupa teka-teki atau tebakan. Pada pantun teka-teki ini umumnya dibutuhkan sebuah jawaban atas teka-teki tersebut.

Contoh:

Burung nuri burung dara

Taman pesisir taman kayangan

Cobalah cari wahai saudara

Makin diisi makin ringan

6. Pantun Agama

Merupakan sebuah pantung yang berisi petuah atau nasehat yg bermakna sangat dalam sebagai sebuah pedoman dalam menjalani hidup. Umumnya pantun agama ini isinya berupa kata-kata yang bisa mendorong seseorang untuk selalu berbuat baik dan tidak melanggar aturan agama baik untuk kepentingan diri sendiri maupun orang lain.

Contoh:

Banyak bulan perkara bulan

Tidak semulia bulan puasa

Banyak tuhan perkara tuhan

Tidak semulia Allah Yang Esa

7. Pantun Adat

Merupakan sebuah pantun yang kental dengan nuansa kebudayaan dan ada istiadat yang ada di tanah air

Contoh:

Pohon nangka berbuah lebat

Bilalah masak harum juga

Berumpun pusaka berupa adat

Daerah berluhak alam beraja

8. Pantun Dagang

Merupakan sebuah pantun yang dalam rangkaian kata-katanya merefleksikan nasib atau keadaan seseorang.

Contoh:

Pukul gendang kulit biawak

Sedikit tidak berdentum lagi

Hendak kemana untung kubawa

Sedikitpun tidak beruntung lagi

9. Pantun Kepahlawanan

Merupakan sebuah pantun yang berisi tentang semangat kepahlawanan.

Contoh:

Adakah perisai bertali rambut

Rambut dipintal akan cemara

Adakah misai tahu takut

Kamipun muda lagi perkasa

Demikian ulasan yang bisa kami sajikan untuk anda terkait dengan pengertian pantun, lengkap dengan ciri-ciri pantun, struktur dan prosedur pembuatan pantun. Sekian dari kami semoga bermanfaat.

Baca Juga :   Implikasi Adalah? Pengertian Implikasi dan Contoh Implikasi Penelitian
Categories Bahasa