Jaringan Epidermis : Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi dan Strukturnya

Jaringan Epidermis : Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi dan Strukturnya -Kita pasti sudah tak asing lagi dengan hal yang satu ini. Kita rawat dan kita manjakan agar kita tampil menarik di depan orang-orang sekitar kita. Kulit hal yang paling kita perhatikan dalam menjaga penampilan kita. Namun taukah kamu istilah lain atau sebutan lain dari kulit. Dalam ilmu biologi kulit disebut juga dengan jaringan epidermis. Jaringan yang berperan penting dalam melindungi kita dari lingkungan luar. Untuk lebih jelasnya marilah kita simak penjelasan dibawah ini terkait dengan pengertian, ciri, fungsi jaringan epidermis.

Pengertian Jaringan Epidermis

Jaringan epidermis atau istilah lainnya disebut sebagai jaringan pelindung. Pengertian dari jaringan epidermis sendiri ialah lapisan jaringan yang paling luar dan memiliki fungsi sebagai pelindung seluruh organ dalam. Jaringan ini berasal dari protoderm. Setelah jaringan epidermis tua, jaringan ini bisa tetap ada atau rusak. Jika jaringan ini mengalami kerusakan maka akan digantikan oleh gabus.

Jaringan Epidermis : Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi dan Strukturnya

Jumlah jaringan epidermis biasanya terdiri dari 1 lapis, namun terkadang dapat juga terdiri dari beberapa lapis. Lapisan- lapisan tersebut memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi tidak sama antara satu dan lainnya. Jaringan epidermis ganda ialah jaringan epidermis yang berasal dari protoderm terdiri dari satu lapis. Contoh jarinag epidermis ini terdapat pada daun akar angrek, moraceae. Sedangkan Jaringan epidermis hipodermis ialah jaringan epidermis yang berasal dari meristem jaringan dasar terdiri dari satu lapis.

Bentuk – Bentuk Jaringan Epidermis

  • Sel gabus dan sel silika
    Sel gabus berisi endapan suberin sedangkan sedangkan sel silica berisi kristal silica. Kedua sel ini selalu berdampinganyang bisa kita temukan pada tulang daun Gramine.
  • Sel bulliform/ sel kipas
    Sel ini berupa sederet sel yang ukurannya lebih besar dari sel epidermis lainnya, memiliki dinding yang tipis, vakuola yang besar dan berisi air. Fungsi dari jaringan ini adalah untuk membuka dan menutup daun (daun menggulung)
  • Litokis
    Sel litokis adalah sel yang ukurannya lebih besar dari pada sel epidermis normal dengan pertumbuhan khusus ke arah dalam. Sel ini terdiri dari unsur khusus yakni kristal calsium karbonat yang disebut sistolit.
  •  Stomata
    Stomata merupakan celah yang terdapat pada daun dan memiliki dua sel penutup. Sel penutup merupakan dua buah sel yang mengapit celah dengan bentuk yang khusus. Stomata yang letaknya sejajar dengan permukaan epidermis disebut fanerofor. Sedangkan yang letaknya tenggelam (Cryptofor). Stomata biasa kita temukan pada daun, batang, rhizoma, perhiasan bunga, bakal buah dan biji tanaman.
  • Trikoma
    Trikoma merupakan tonjolan epidermis yang terdiri dari 1 sel atau lebih. Trikoma dapat digunakan sebagai ciri-ciri taksonomi familia suatu spesies. Adapun kegunaan dari trikoma pada tumbuhan ialah sebagai pelindung terhadap gangguan dari luar serta mengurangi penguapan air.
  • Rambut Akar merupakan modifikasi dari epidermis yang berfungsi dalam penyerapan air dalam tanah.
Baca Juga :   Klasifikasi Makhluk Hidup : Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Tingkatan

Ciri-ciri Jaringan Epidermis

Adapun ciri-ciri dari jaringan epidermis adalah sebagai berikut:

  • Susunan selnya rapat, tanpa ada ruang antar sel.
  • Dinding sel memiliki variasi bnetuk tergantung pada posisi dan jenis tumbuhannya.
  • Berisi protoplasma hidup yang tersusun dari beberapa komponen yakni kristal garam,getah, minyak dan kristal silikat.
  • Bentuk vakuola besar dan dapat berisikan antosianin.
  • Tidak memiliki kloroplas, kecuali pada sel penutup, pada tumbuhan di bawah naungan dan hidrofit.

Fungsi Jaringan Epidermis

Sedangkan fungsi dari jaringan epidermis ialah sebagai berikut:

  • Membatasi penguapan air
    Jaringan epidermis dapat membatasi penguapan air yang berlebihan.
  • Menyokong mekanik,
    Jaringan epidermis juga berperan penting dalam menyokong mekanisme organ.
  • Penyerapan
    Jaringan epidermis dapat digunakan untuk tempat mennyerap unsur dari luar seperti sinar matahari dan oksigen.
  • Penyimpanan air
    Jaringan epidermis juga mampu menyimpan air yang sangat dibutuhkan dalam metabolisme suatu individu.

Struktur Jaringan Epidermis

Perlu kita ketahui bersama bahwa jaringan epidermis merupakan jaringan yang berfungsi sebagai pelindung yang memiliki strukutr morfologi dan anatomi yang kokoh. Jaringan epidermis bisa dikatakan kokoh karena jaringan tersebut tersusun dari sel yang rapat satu sama lain. Sel epidermis memiliki protoplas hidup yang dapat menyimpan hasil metabolisme seperti plastid dan grana yang sedikit (tidak membentuk klorofil), pati, protein dan antosianin.

Baca Juga :   Pengertian Gen, Sifat, Fungsi dan Struktur Gen

Sel jaringan epidermis secara umum memiliki bentuk, ukuran serta susunan yang beragam. Namun jaringan tersebut selalu tersusun rapat membentuk lapisan yang kompak tanpa ruang interseluler. Sel epidermis ini umumnya tabulan yang terletak pada helaian daun tumbuhan dikotil dinding antiklinal dan sel epidermisnya kebanyakan berlekuk-lekuk. Dalam batang dan pada daun tumbuhan monokotil, sel epidermis berbentuk memanjang.

Selain itu dalam epidermis biji-bijian tertentu (Leguminosae dan Punica), sel epidermis dalam arah radial relatif sangat ramping dan berbentuk tongkat.  Dan dalam tumbuhan tertentu sel epidermis ini berbentuk heksagon jika kita lihat dari permukaan namun sebenarnya berbentuk polihedron. Berikut struktur jaringan epidermis :

1. Struktur Jaringan Epidermis Pada Daun

Struktur Jaringan Epidermis Pada Daun

Jaringan epidermis pada daun merupakan lapisan terluar daun dimana jaringan epidermis ini dibedakan antara epidermis atas dan epidermis bawah. Dimana pada permukaan daun bagian bawah biasanya akan ditemukan bentuk modivikasi dari sel-sel epidermis yang berupa sel penutup pada stomata.

Stomata atau mulut daun merupakan lubang kecil atau pori-pori yang diapil oleh dua sel penjaga. Stomata disini juga bisa merubah bentuknya menjadi sel penutup yang dapat mengatur pelebaran (stomata terbuka) dan penyempitan celah (stomata menutup).

Epidermis pada daun umumnya terdiri dari selapis sel namun pada tumbuhan lain ada yang memiliki beberapa lapis sel seperti pada tumbuhan Ficus dan Piper sebagai hasil pembelahan periklinal (pembelahan sejajar dengan permukaan) protoderm.

2. Struktur Jaringan Epidermis Pada Batang

Struktur Jaringan Epidermis Pada Batang

Berikut beberapa bagian yang meliputi struktur jaringan epidermis pada batang :

a. Batang Dikotil

Batang Dikotil

Batang dikotil terdiri dari selapis sel yang tersusun rapat dan tidak memiliki ruang antar sel. Jaringan epidermis pada batang dikotil memiliki kutikula serta dinding berkutin yang terdapat pada bagian paling luar. Fungsi epidermis disini untuk melindungi jaringan di bawahnya. Dimana pada batang yang mengalami pertumbuhan skunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus. Dimana lapisan gabus pada tumbuhan ini berfungsi untuk memperbesar daya perlindungan batang dan mengurangi penguapan air.

Baca Juga :   Pengertian Ekosistem, Komponen, Macam-Macam dan Contoh Ekosistem

b. Batang Monokotil

Batang Monokotil

Pada batang monokotil, jaringan epidermis terdiri dari satu lapis sel dan batas antara korteks dan stele umumnya tidak jelas. Pada stele monikotil memiliki ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral terteup dimana antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium.

3. Struktur Jaringan Epidermis Pada Akar

Struktur Jaringan Epidermis Pada Akar

Struktur jaringan epidermis pada akar terdiri dari sel-sel yang rapat tanpa ruang antar sel, berdinding tipis, memanjang sejajar sumbu akar yang terletak pada penampang melintang dan berbentuk bulat. Dinding sel disusun oleh selulosa dan pectin yang menyerap air.

Selain itu, jika epidermis terkelupas waktu akar menua maka dinding selnya akan mengalami penebalan dengan kutin dan suberin. Dan penyerapan terjadi pada bagian ujung akar. Untuk permukaan sel epidermisnya terletak pada bagian luar yang membentuk tonjolan yaitu rambut akar atau bulu akar. Untuk sel-sel yang membentuk bulu akar ini terletak pada bagian belakang daerah pembentangan.

Bulu akar disini sangat berguna dalam proses penyerapan air dan mineral-mineral dari dalam tanah. Air dan mineral nantinya akan masuk kedalam tumbuhan melalui sel epidermis.  Sehingga bisa dikatakan bahwa susunan sel epidermis pada akar biasanya tidak serapat pada sel-sel epidermis pada daun. Tapi untuk rambut akarnya disini bisa membantu tumbuhan menancap dengan kokoh pada tanah.

Demikian ulasan yang bisa kami sajikan untuk anda terkait dengan pengertian jaringan epidermis lengkap dengan ciri-ciri, fungsi dan strukturnya. Semoga dengan penjelasan diatas bisa memberikan kita wawasan dan ilmu baru yang bermanfaat.

Categories Biologi