Cara Menghitung Passing Grade SBMPTN

Cara Menghitung Passing Grade SBMPTN – Passing Grade merupakan suatu persentase dimana nilai anda harus sesuai dengan persentase yang sudah ditetapkan untuk masing-masing jurusan. Sistem Passing grade pada setiap jurusan ini bersifat dinamis, dimana setiap tahunnya dapat berubah-ubah. Sehingga standart dari passing grade ini memiliki penilaian tersendiri setiap tahunnya.

Passing grade sendiri sebetulnya bukan sebuah acuan atau patokan anda dinyatakan lulus atau tidak dalam suatu jurusan diperguruan tinggi negeri. Passing grade ini sendiri hanya sebagai seleksi apakah nilai anda layak atau tidak dibanding dengan peserta lainnya. Jika nilai yang anda peroleh lebih tinggi dibandingkan peserta lainnya, maka peluang anda untuk diterima di perguruan tinggi negeri semakin besar.

Cara Menghitung Passing Grade

 

Penentuan dari passing grade ini sendiri ternyata tidak berasal dari kampus/universitas, melainkan berasal dari beberapa lembaga survey tertentu. Cara menghitung passing grade ini sebenarnya juga bisa anda lakukan dengan menggunakan aplikasi yang sudah tersedia. Namun disini kami akan mengajak anda untuk mempelajari cara menghitung passing grade secara manual. Berikut akan kami jelaskan beberapa cara menghitung passing grade SBMPTN, namun sebelumnya ada beberapa kekeliruan yang wajib anda ketahui dalam persoalan passing grade, berikut diantaranya.

  1. Perlu kita ketahui bahwa tidak ada satupun PTN yang akan memberi bocoran mengenai passing grade pada pihak-pihak tertentu. Sehingga passing grade yang kita kenal itu merupakan buatan lembanga bimbel yang sengaja dibuat sebagai bahan acuan atau pedoman kelulusan untuk memberi rasa semangat untuk menjawab soal-soal dengan benar.
  2. Passing grade sendiri merupakan sesuatu yang bersifat dinamis atau selalu berubah-ubah setiap tahunnya. Dimana untuk setiap priode SBMPTN memiliki standart tersendiri untuk setiap jurusan di tiap tahunnya.
  3. Perlu kita ketahui bahwa passing grade bukanlah sebuah patokan atau standart dari kelulusan dalam SBMPTN. Melainkan hanya sebagai seleksi calon peserta yang memiliki nilai tinggi.

Cara Menghitung Passing Grade

Cara Menghitung Passing Grade

 

Keterangan :

  • B = Jumlah jawaban benar
  • S = Jumlah jawaban salah
  • JS = Jumlah soal

Proporsi Bobot SBMPTN

Berikut adalah proporsi bobot SBMPTN yang perlu ada ketahui. Yang mana dari proporsi ini nantinya akan jadi patokan yang perlu anda persiapkan sebelum mengikuti tes SBMPTN. Berikut proporsi bobot SBMPTN :

  • Tes Kemampuan Potensial Akademik (TKPA) : 30%
  • Tes Bidang Studi Prediktif (TBSP) : 70%

Cara Menghitung Passing Grade

Berikut adalah cara menghitung passing grade SBMPTN, dimana dari cara ini nantinya anda bisa memperkirakan berapa nilai anda dengan memperkirakan berapa soal yang menurut keyakinan anda benar dan salah.

Hitung terlebih dahulu nilai TKPA, rumusnya
((4 x (total benar) – (total salah)) : (4 x total soal TKPA)) x 100% = nilai TKPA

Kemudian hitung nilai TBSP, rumusnya
((4 x (total benar) – (total salah)) : (4 x total soal TBSP)) x 100% = nilai TBSP

Terakhir, nilai passing grade terakhir dihitung sebagai berikut :

Baca Juga :   Cara Menghitung Nilai IP dan IPK

(30% dari nilai TKPA + 70% dari nilai TBSP) / 100 = Passing Grade

Sebagai contoh bisa anda lihat dibawah ini :

1. Hari pertma (TKPA), Budi menjawab 25 Soal SBMPTN dengan benar dan 25 soal salah, dan 25 soal tidak dijawab.

Maka cara menghitungnya adalah :

(25×4) – (25×1) x 100 / (75 x 4) = 25 %
30% dari 25 = 7,5

2. Hari kedua, Budi menjawab 40 Soal SBMPTN dengan benar dan 10 soal salah, dan 25 soal tidak dijawab.

Maka cara mengitungnya adalah :

(40×4) – (10×1) x 100 / (75 x 4) = 50%
70% dari 50 = 35

Passing grade Budi adalah :
(7, 5+ 35) / 100
= 42,5 / 100
= 42.5%
Sehingga Passing Grade Budi pada ujian SBMPTN adalah 42,5%

Demikian ulasan yang dapat kami sajikan untuk anda terkait dengan cara menghitung passing grade SBMPTN. Semoga dengan ini bisa membantu anda untuk menghitung passing grade anda dan bisa anda jadikan sebagai bahan latihan dengan menggunakan soal-soal dari buku atau lembaga kursus sebelum benar-benar melakukan Tes masuk perguruan tinggi sesungguhnya.

Baca Juga :   Cara Menghitung KKM (Kreteria Ketuntasan Minimal) Yang Benar