Cara Mengukur Laju Pertumbuhan Ekonomi Suatu Negara

Cara Mengukur Laju Pertumbuhan Ekonomi Suatu Negara – Seperti yang kita tau untuk mengukur laju pertumbuhan ekonomi suatu negara bukanlah perkara yang mudah. Pasalnya banyak yang dari kita yang masih bingung terkait dengan cara mengukur perlumbuhan ekonomi dari suatu negara. Mungkin terdengar tidak penting bagi kita orang awam, namun bagi seorang yang aktif di trader forex atau sejenisnya hal ini akan sangat penting dan wajib mengerti agar hasilnya bisa menguntungkan.

Namun sebelum itu ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan. Pasalnya untuk mengukur laju pertumbuhan ekonomi suatu negara ini ada banyak faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi seperti misalnya Produk Domestik Bruto (PDB) yang merupakan total produksi jasa dan barang yang telah dihasilkan dalam periode tertentu pada suatu negara.

Laju Pertumbuhan Ekonomi

 

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu kenaikan aktifitas ekonomi masyarakat yang nantinya bisa menimbulkan peningkatan jumlah produksi barang atau jasa dari peningkatan pendapatan nasional.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga diartikan sebagai suatu proses pergeseran keadaan ekonomi suatu negara secara berkesinambungan menuju ke kondisi perekonomian yang lebih baik dalam jangka waktu tertentu. Karena pertumbuhan ekonomi ini sendiri bisa digunakan sebagai indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi dalam kehidupan bermasyarakat.

Sehingga kenapa melakukan perhitungan laju pertumbuhan ekonomi ini sangat penting untuk dilakukan. Lalu bagaimana cara menghitungnya? Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah dengan menghitung nilau uang, yang mana nilai uang ini nantinya tercermin dalam Produk Domestik Bruto (PDB).

Baca Juga :   Pengertian Inflasi, Penyebab dan Dampak Inflasi di Indonesia

 

Bagaimana Menghitung atau Mengukur PDB Tersebut?

Untuk menghitung atau mengukur PDB caranya adalah total nilai dari barang dan jasa diratakan, namun hal tersebut dilakukan untuk memperhatikan jenis barang ataupun jasa tersebut. Selain itu juga perlu diperhatikan karena ada pengaruh dari nilai pendapatan nasional dalam satuan harga yang biasa disebut dengan nama PDB nominal dimana pada setiap waktu nilainya bisa berubah dan sejalan dengan perubahan jumlah produksi dari barang ataupun jasa.

Selain itu untuk tingkat perekonomian yang semakin tumbuh dan menurun biasanya dihitng dengan menggunakan angka persentase. Contohnya saja jika perekonomian meningkat 3 persen maka PDB juga akan naik sebesar 3 persen. Pertumbuhan persentase tersebut disebut dengan laju pertumbuhan ekonomi. Laju pertumbuhan ekonomi dalam satu tahun tersebut bisa anda hitung dengan menggunakan rumus dibawah ini :

Rumus Menghitung Laju Ekonomi

 

Keterangan :

  • R merupakan tingkat pertumbuhan ekonomi yang dinyatakan dalam persen
  • PDBt merupakan pendapatan nasional pada tahun t
  • PDBt-1 merupakan pendapatan nasional pada tahun t(tahun sebelumnya)

Contoh soal :

No. Tahun PDB ( dalam miliaran Rp )
1. 2005 Rp 1.750.815,2
2. 2006 Rp 1.847.126,7
3. 2007 Rp 1.963.091,8
4. 2008 Rp 2.083.103,7

Soal :
1. Hitunglah laju pertumbuhan ekonomi Indonesia setiap tahun berdasarkan data tersebut!
2. Berapakah rata – rata pertumbuhan ekonomi dari tahun 2005 – 2008?

Baca Juga :   Pengertian Akuntansi Secara Umum, Tujuan, Fungsi dan Manfaatnya

Jawaban :

Contoh Menghitung Pertumbuhan Ekonomi

Sehingga, rata-rata dari pertumbuhan ekonomi dari tahun 2005-2008 adalah 5,92%.

Teori Pertumbuhan Ekonomi

Berikut adalah teori yang melandasi pertumbuhan ekonomi suatu negara, berikut ulasannya :

1. Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik

  • Adam Smith

Menurut Adam Smit pertumbuhan ekonomi adalah sebuah perekonomian yang tumbuh berkembang jika ada peningkatan penduduk yang nantinya akan memperluas pasar dan mendorong spesialisasi.

Dengan munculnya spesialisasi tersebut tentu akan menambah tingkat produktivitas pekerja dan mendorong kemajuan dalam hal teknologi hingga pertumbuhan ekonomi.

  • David Ricardo

Menurut David Ricardo pertumbuhan penduduk yang terlalu tinggi akan memicu banyaknya jumlah tenaga kerja. Yang artinya,dengan banyaknya jumlah tenaga kerja tersebut bisa membuat pendapatan upah menurun. Dimana upah tersebut hanya bisa digunakan untuk membiayai tingkat hidup minimum (subsistence level). Dan dalam tahapan ini, perekonomian akan mengalami stagnasi yang biasa disebut sebagai stationary state.

2. Teori Pertumbuhan Ekonomi Neoklasik

  • Harrod-Damor

Menurut Harrod-Domar pertumbuhan ekonomi neoklasik merupakan suatu kebutuhan pembentukan modal atau investasi sebagai suatu syarat untuk meraih pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat (steady growth). Karena jika pembentukan modal sudah dilaksanakan, maka perekonomian bisa dengan mudah memproduksi berbagai barang dalam jumlah yang lebih banyak.

  • Schumpeter

Jika yang lain beranggapan bahwa penduduk sebagai aspek pokok dalam proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.Schumpeter justru aberanggapan bahwa pertumbuhan ekonomi bisa ditentukan oleh kemampuan kewirausahaan (enterpreneurship). Karena mereka para enterpreneurship berani untuk berinovasi dalam kegiatan produksi.

Jika yang lain beranggapan bahwa penduduk sebagai aspek pokok dalam proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Schumpeter justru aberanggapan bahwa pertumbuhan ekonomi bisa ditentukan oleh kemampuan kewirausahaan (enterpreneurship). Karena mereka para enterpreneurship berani untuk berinovasi dalam kegiatan produksi.

Baca Juga :   Pengertian Penjualan, Jenis, Macam-Macam dan Tujuannya

3. Teori Pertumbuhan Ekonomi Hostoris

  • Frederich List

Menurut Frederich List pengelompokan tahapan pertumbuhan ekonomi berdasarkan keiasaan masyarakan dalam menjaga kelangsungan hidupnya melalui tata cara berproduksi. Yang diawali dengan berburu dan bergantung pada alam seperti berternak dan bertani, pertanian dan kerajinan, industri, kerajinan dan perniagaan.

  • Werner Sombart

Menurut Werner Sombart untuk tahapan pertumbuhan ekonomi ini berlangsung karena penduduk memiliki rangkaian organisasi dan ideologi masyarakat. Untuk tahapan ini adalah sebagai berikut :

  1. Zaman perekonomian tertutup, maksudnya dalam tahapan ini penduduk masih terbatas dalam menghasilkan barang serta melakukan transaksinya dengan cara kekeluargaan.
  2. Zaman kerajinan serta pertumbuhan, maksudnya adalah pada tahapan ini penduduk mulai mengenal pembagian kerja
  3. Zaman kapitalis, zaman dimana peminil

4. Teori Pertumbuhan Ekonomi Kuznets

Untuk teori pertumbuhane ekonomi yang terakhir adalah menurut Kuznets. Dimana beliau menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan suatu peningkatan dari kemampuan jangka panjang sebuah negara untuk menyediakan berbagai jenis barang ekonomi dengan jumlah yang besar untuk penduduknya.

Kuznets menyatakan bahwa perumbuhan ekonomi bisa diraih dengan 3 faktor dibawah ini :

  1. Peningkatan perseidaan barang secara terus menenus
  2. Perkembangan teknologi
  3. Penggunaan teknologi secara efektif dan efesien.

Demikian ulasan yang dapat kami sajikan untuk anda terkait dengan cara mengukur laju pertumbuhan ekonomi suatu negara beserta contohnya. Sekian dari kami semoga bermanfaat.

Categories Ekonomi