Cara Menghitung Volume Pondasi Rumah Yang Benar

Cara Menghitung Volume Pondasi Rumah Yang Benar – Seperti yang kita tau bahwa pondasi merupakan salah satu struktur yang sangat penting untuk di perhatikan sebelum membangun sebuah rumah atau gedung. Pasalnya pondasi merupakan struktur bangunan yang paling bawah dan salah satu faktor kekuatan inti dari sebuah bangunan.

Pasalnya jika pondasi tersebut dibuat dengan benar dan kuat, maka rumah atau bangunan anda pun akan berdiri kokoh, namun begitu sebaliknya jika pondasi yang anda buat tidak kuat maka sudah bisa dipastikan bahwa bangunan yang anda dirikan akan roboh.

Menghitung Volume Pondasi Rumah

 

Mungkin terdengar sangat akrab, namun untuk membuat pondasi kita harus memperhitungkan beberapa hal seperti kondisi tanah yang sedang dibangun dan berapa tinggi atau tingkat rumah atau gedung yang akan anda bangun. Sehingga nantinya anda bisa menentukan kukuatan dari pondasinya.

Pondasi Berdasarkan Kondisi Tanah

Bagi anda yang ingin membangun sebuah rumah atau gedung tentu hal yang terbesit pertama kali adalah masalah pondasi. Seperti yang telah kami jelaskan sebelumnya bahwa pondasimerupakan sebuah struktur bangunan yang berada paling bawah dan merupakan kunci dari kekuatan rumah tersebut.

Dengan kata lain, jika pondasi bangunan tersebut kuat maka rumah atau bangunan tersebut juga akan berdiri kokoh. Dan begitu sebaliknya jika pondasi rumah atau bangunan tersebut tidak kuat, maka bangunan tersebut tidak akan bertahan lama dan bisa dipastian akan mudah robah. Sehingga sebelum membuat pondasi sebaiknya kita harus memperhatikan beberapa hal agar nantinya pondasi yang kita buat bisa kokoh.

Baca Juga :   Cara Menghitung Luas Bangunan, Rumah dan Luas Tanah

Salah satu hal yang harus kita perhatikan sebelum membuat pondasi adalah kondisi tanah yang hendak kita bangun. Karena kondisi tanah nantinya akan sangat berpengaruh pada kekuatan pondasi rumah atau bangunan tersebut. Selain itu untuk pondasi itu sendiri memiliki banyak jenis yaitu : pondasi telapak, pondasi cakar ayam, pondasi menerus, pondasi tiang pancang, bor pile, strauss pile dan lain sebagainya.

Berikut beberapa pondasi berdasarkan kondisi tanah, berikut ulasannya :

  • Pondasi dangkal, untuk pondasi dangkal ini bisa anda buat jika tanah yang terdapat dilokasi tersebut memiliki tanah yang keras dan memiliki kedalaman tidak lebih dari 3 meter. Untuk pondasi dangkal ini sendiri kita bisa menggunakan jenis pondasi telapak atau strauss pile dan anda juga bisa menggunakan pondasi cakar ayam. Karena jenis pondasi tersebut masuk dalam kategori pondasi dalam. Pondasi dangkal ini hanya bisa anda terapkan pada tanah yang keras dan untuk jenis bangunannya tidak memiliiki beban yang terlalu besar.
  • Pondasi dalam, untuk pondasi dalam ini bisa anda buat jika kodisi tanah pada lokasi tersebut bukan tanah yang keras dan memiliki kedalaman yang cukup dalam bahkan bisa mencapat belasan atau puluhan meter dari permukaan tanah. Untuk pondasi dalam ini anda bisa menerapkan jenis pondasi tiang pancang dan bor pile. Perlu kita ketahui bahwa untuk penerapan pondasi dalam ini hanya bisa diterapkan pada tanah yang lunak seperti tanah gambut dan sejenisnya. Dan pondasi ini juga cocok untuk digunakan pada bangunan-bangunan yang memiliki beban besar.
Baca Juga :   Cara Menghitung BPHTB yang Benar

Untuk itu disini kami akan membagikan informasi terkait dengan cara menghitung pondasi untuk sebuah bangunan lengkap dengan contohnya mengenai menghitung volume dan RAB pasangan pondasi batu kali. Berikut ulasannya :

Contoh Perhitungan Volume Pondasi

Panjang Pondasi     =10 meter
Lebar atas pondasi = 25 cm
Lebar bawah           = 50 cm
Ketinggian pondasi =60 cm
Volume pondasi per meter = (0,25+0,5)/2×0,6×1 = 0,225 m3

Jika panjang total pondasi adalah 10 meter, maka kebutuhan totalnya adalah: 0,225×10=2,25 m3
(lihat gambar)

Volume Pondasi

 

Setelah ketemu berapa volumenya, maka langkah selanjutnya adalah menghitung kebutuhan biaya untuk pekerjaan dan kebutuhan bahan materialnya. Dan dibawah ini anda bisa lihat salah satu contoh perhitungan RAB pasangan pondasi batu kali 1pc :5pc (1 semen : 5 pasir). Berikut ulasannya :

Koefisien (A) Satuan (B) Bahan & Tenaga (C) Kebutuhan bahan & tenaga untuk 2,25 m3 (=Ax2,25) (D) Harga Bahan & Upah (E) Biaya (=DxE) (F)
Bahan
1,200 m3 Batu Belah 15/20 2,700 93.750,00 253.125,00
136,000 Kg Portland Sement 306,000 1.312,50 401.625,00
0,544 m3 Pasir Pasang 1,224 125.000,00 153.000,00
Upah
1,500 OH Pekerja 3,375 30.000,00 101.250,00
0,600 OH Tukang Batu 1,350 42.500,00 57.375,00
0,060 OH Kepala Tukang 0,135 45.000,00 6.075,00
0,075 OH Mandor 0,169 40.000,00 6.750,00
Jumlah Total 979.200,00
Baca Juga :   Cara Menghitung BPHTB yang Benar

Dari data diatas bisa kita lihat perhitungan biaya pembuatan pondasi dengan volume 2,25 m3 sebesar Rp. 979, 2 ribu. Namun perlu kami tekankan kembali bahwa catatan tabel diatas hanyalah contoh karena pada dasarnya setiap bangunan memiliki bentuk, kondisi tanah dan beberapa hal lain yang berbeda. Maka anda juga harus memperhatikan beberapa faktor lain yang mempengaruhi.

Demikian informasi yang dapat kami sajikan untuk anda terkait dengan cara menghitung volume pondasi rumah yang benar. Semoga bisa membantu dan menambah wawasan anda. Sekian dari kami semoga bermanfaat.

Leave a Comment