Pengertian Etika, Ciri-Ciri, dan Jenis Etika Secara Umum

Pengertian Etika, Ciri-Ciri, dan Jenis Etika Secara Umum -Etika itu apa sih? Tentu istilah tersebut sudah tidak asing lagi bagi kita, bahkan istilah tersebut sering kita dengarkan dikehidupan sehari-hari. Namun apa arti etika yang sesungguhnya? Berikut akan kami sajikan informasinya terkait dengan pengertian etika, ciri-ciri, dan jenis etika secara umum.

Secara umum pengertian etika adalah suatu norma atau aturan yang dipakai sebagai pedoman dalam berperilaku di masyarakat bagi seseorang terkait dengan sifat baik dan buruk.

Pengertian Etika, Ciri-Ciri, dan Jenis Etika Secara Umum

Selain itu ada yang menyebutkan pengertian etika sebagai suatu ilmu mengenai kesusilaan dan perilaku manusia dalam menjalin pergaulan dengan sesama yang menyangkut prinsip dan aturan mengenai tingkah laku yang benar. Dengan kata lain, etika merupakan sebuah kewajiban dan tanggungjawab moral bagi setiap orang dalam berperilaku di masyarakat.

Secara etimologis, kata etika ini berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu “Ethikos”  yang berarti timbul dari suatu kebiasaan. Dalam hal ini etika sendiri memiliki sudut pandang yang normatif dimana objeknya adalah manusia dan tingkahlakunya di lingkungan sosial.

Pengertian Etika Menurut Para Ahli

Berikut beberapa pengertian Etika menurut para ahli :

1. Soerganda Porbakawatja

Menurut Sorganda Porbakawatja Etika merupakan suatu ilmu yang memberikan arahan, acuan, serta pijakan untuk tindakan manusia.

2. H. A. Mustafa

Menurut H. A. Mustafa Etika merupakan suatu ilmu yang menyelidiki suatu perilaku baik dan buruk dengan cara memperhatikan perbuatan manusia sejauh apa yang diketahui serta memperhatikan pemikiran manusia.

3. K. Bertens

Menurut K. Bertens, etika merupakan suatu nilai dan norma moral yang menjadi acuan bagi manusia baik secara individual atau kelompok dalam mengatur semua tingkah lakunya.

4. DR. James J. Spillane SJ

Menurut DR. James, etika merupakan suatu tingkah laku manusia dalam mengambil keputusan yang berhubungan dengan moral. Menurutnya etika ini sendiri lebih mengarah pada penggunaan akal budi dengan objektivitas untuk menuentukan banar atau salah dari tingkah laku seseorang terhadap seseorang yang lain.

5. Drs. H. Burhanudin Salam

Menurut Drs. H. Bahrudin Salam, Etika merupakan sebuah cabang ilmu filsafat yang terkait dengan perihal nilai-nilai serta norma yang dapat menentukan suatu perilaku manusia dalam kehidupannya.

6. W. J. S Poerwadarminto

Menurut Poerwadarminto, Etika merupakan suatu ilmu pengetahuan yang membahas tentang perilaku atau perbuatan manusia yang dilihat dari sisi baik dan buruknya sejauh mana yang dapat ditentukan oleh akal manusia.

Ciri – Ciri Etika

Setelah mengetahui definisi etika, dalam etika terdapat beberapa karakteristik yang membedakannya dengan norma lainnya. Berikut ciri – ciri etika  yang wajib anda ketahui :

  • Etika akan tetap berlaku meskipun tidak ada orang lain yang menyaksikan kegiatan yang anda lakukan.
  • Etika sifatnya absolut atau mutlak.
  • Dalam etika terdapat cara pandang dari sisi batiniah manusia.
  • Etika sangat berkaitan dengan perbuatan atau perilaku manusia.

Perlu kita ketahui bersama bahwa etika dan norma merupakan sesuatu yang berbeda, sehingga dari ciri-ciri tersebut kita bisa membedakan antara etika dan norma.

Jenis – Jenis Etika

Mengacu pada pengertian etika diatas, secara umum etika bisa dibagi menjadi dua jenis. Berikut diantaranya :

1. Etika Filosofis

Etika fisosofis merupakan suatu etika yang bersumber dari aktivitas berpikir yang dilakukan oleh manusia. Sederhananya, etika merupakan bagian dari filsafat.

Berikut adalah sifat etika berdasarkan filsafat :

– Empiris, merupakan cabang ilmu filsafat yang membahas sesuatu yang konkret atau nyata. Misalnya saja filsafat hukum yang mempelajari terkait hukum yang ada di Indonesia.

– Non Emporis, merupakan cabang ilmu filsafat yang berusaha melampaui hal konkret yang seolah-olah menanyakan sesuatu dibalik semua gejala konkret.

2. Etika Teologis

Berbeda dengan etika filosofis, etika teologis ini lebih kearah agama. Pasalnya etika teologis ini dimiliki oleh setiap agama. Etika teologis merupakan bagian dari etika secara umum yang mengandung berbagai unsur etika umum dan kita bisa mengerti jika memahami pengertian etika secara umum.

Seperti misalnya dalam agama Kristen, etika teologis merupakan etika yang bersumber dari presuposisi-presuposisi tentang Allah atau Yang Ilahi dan melihat kesusilaan yang bersumber dari kepercayaannya terhadap Allah.

Hubungan Etika Filosofis dan Etika Teologis

Perlu kita ketahui bersama bahwa dalam sejarah manusia terdapat perbedaan antara manusia mengenai posisi etika teologis dan etika filosofis dalam konteks etika. Dan ada tiga pernyataan yang paling menonjol dalam menanggapi perbedaan tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Revisionisme

Pernyataan mengenai Revisionisme berasal dari Augustinus (354-430) menyatakan bahwa etika teologis mempunyai tugas untuk merevisi, mengoreksi dan memperbaiki etika filosofis.

2. Sintesis

Tanggapan mengenai sintesis dinyatakan oleh Thomas quinas (1225 – 1274) yang mana beliau menyintesiskan etika teologis dengan etika filosofis. Dimana hasil sintesis tersebut merupakan suatu entitas baru dimana etika filosofis dan etika teologis tetap mempertahankan identitasnya masing-masing.

3. Diaparelelisme

Tanggapan ini diungkapkan oleh F.E.F Schleiermacher (1768 – 1834) yang menyatakan bahwa etika filosofis dan etika teologis merupakan suatu gejala yang sejajar. Yang mana hal ini bisa diumpamakan sebagai sepasang rel kereta api yang selalu berjalan berdampingan.

Demikiian penjelasan yang bisa kami sajikan untuk anda terkait dengan pengertian etika, prinsip, ciri-ciri dan jenis etika secara umum. Semoga dari penjelasan diatas bisa menambah wawasan anda dan bermanfaat.

 

 

 

 

Etika Bisnis : Pengertian, Tujuan, Prinsip dan Contohnya

Etika Bisnis : Pengertian, Tujuan, Prinsip dan Contohnya – Jika diartikel sebelumnya kita telah membahas mengenai pengertian etika profesi, maka kali ini kami akan sajikan informasi terkait dengan pengertian etika bisnis, tujuan, prinsip dan contohnya.

Apa sih etika bisnis itu? Berbeda dengan pengertian etika profesi yang cenderung kepada kode etik profesi seorang profesional seperti dokter, psikolog dan lain-lain. Sedangkan etika bisnis ini secara umum berarti sebuah cara yang dilakukan oleh suatu bisnis dalam menjalakan kegiatan bisnisnya yang mencakup berbagai aspek seperti individu, perusahaan maupun masyarakat.

Etika Bisnis : Pengertian, Tujuan, Prinsip dan Contohnya

Selain itu, etika dalam bisnis ini juga bisa diartikan sebagai suatu ilmu pengetahuan terkait dengan tata cara ideal dalam mengelola suatu bisnis dengan memperhatiakan norma dan moralitas yang berlaku secara umum, sosial dan ekonomi.

Dalam dunia bisnis tentunya setiap perusahaan harus memperhatikan serta menjalankan etika yang berlaku didalamnya. Seperti contoh taat kepada hukum dan aturan yang berlaku. Berikut beberapa prinsip etika bisnis yang harus anda ketahui :

  • Jujur dalam berkomunikasi dan bersikap, karena salah satu modal  utama dalam berbisnis adalah kejujuran. Selama kita bisa jujur dengan bisnis yang kita jalani, tentunya kita akan semakin banyak mendapat kepercayaan dan peluang.
  • Memiliki komitmen dan memenuhi janji. Bagi seorang pebisnis tentunya kita harus memiliki komitmen dasar yang akan kita jalankan dari awal hingga akhir serta bisa memenuhi janji terhadap konsumen.
  • Memiliki integritas dan loyalitas yang tinggi.

Pengertian Etika Bisnis Menurut Para Ahli

Pengertian etika bisnis menurut para ahli diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Yosephus

Etika bisnis menurut Yosephus adalah suatu wilayah penerapan prinsip-prinsip moral umum pada wilayah tindak manusia pada bidang ekonomi, khususnya bisnis. Sehingga secara hakiki sasaran dari etika bisnis adalah perilaku moral pebisnis yang berkegiatan ekonomi.

2. Hill dan Jones

Etika bisnis menurut Hill dan Jones adalah suatu pengetahuan untuk membedakan antara salah dan benar. Yang mana nantinya etika bisnis ini bisa menjadi bekal kepada setiap pemimpin perusahaan untuk mempertimbangkan dalam pengambilan keputusan yang terkait dengan masalah moral yang kompleks.

3. Velasques

Etika bisnis menurut Velasques adalah suatu ilmu yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Etika bisnis ini lebih berkonsentrasi pada standar moral yang telah diterapkan dalam kebijakan, institusi dan perilaku bisnis.

4. Steade Et Al

Etika bisnis menurut Steade Et Al adalah Suatu standar etika yang berhubungan dengan tujuan dan cara mengambil keputusan dalam perusahaan atau bisnis.

Tujuan Etika Bisnis

Setelah mengetahui apa itu pengertian dan jenis etika bisnis, tentunya kita juga harus mengetahui apa sih tujuan dari etika bisnis itu. Seperti yang kita tau bahwa dalam menjalankan suatu bisnis atau usaha tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sehingga dalam menjalankan bisnis kita juga dituntut untuk memiliki pengetahuan yang salah satunya adalah mengenai etika dalam berbisnis dan mengaplikasikannya dalam perjalanan usaha kita.

Bagi para pebisnis atau pengusaha, salah satu tujuan dari etika bisnis adalah untuk meningkatkan kesadaran moral serta membuat batasan-batasan bagi pelaku bisnis dan menjalankan good business. Namun, tidak sedikit yang melakukan kecurangan dalam berbisnis, yang mungkin bisa jadi kurang memahami tentang etika bisnis atau sudah mengetahui etika bisnis tapi tidak menjalankannya hanya untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Padahal sebenarnya para pengusaha atau pebisnis juga harus memahami bahwa monkey business atau praktek bisnis kotor nantinya bisa merugikan banyak pihak, termasuk dirinya sendiri pada akhirnya jika perbuatan kotornya tidak segera diakhiri.

Jika seorang pengusaha tau pebisnis bisa memahami dan melaksanakan etika bisnis dengan baik, tentunya akan membawa perusahaan ke arah manajemen bisnis yang baik sehingga nantinya akan menciptakan citra perusahaan yang baik bagi semua orang khususnya para konsumen.

Sehingga pada intinya suatu bisnis atau perusahaan yang menerapkan etika bisnis dengan baik pada umumnya mereka tidak akan merugikan pihak lain, tidak melanggar hukum yang berlaku dan bisa menjaga kondisi bisnis tetap kondusif dan stabil.

Contoh Etika Dalam Berbisnis

Terlihat sederhana, namun bisa berdampak besar pada perusahaan jika kita tidak bisa menjalankan etika dalam berbisnis. Berikut beberapa contoh sederhana etika dalam berbisnis yang dilakukan sehari-hari :

1. Menyebutkan Nama

Dalam memulai suatu bisnis atau ketika hendak menjalin sebuah kerjasama dengan yang lain, umumnya para pengusaha akan menyebutkan nama secara lengkap kepada calon partner bisnis. Hal ini adalah cara sederhana yang biasa dilakukan oleh pengusaha yang memiliki etika bisnis yang baik.

2. Berdiri Saat Berkenalan

Meski terlihat sederhana, namun biasanya para pengusaha yang memiliki etika bisnis yang baik akan melakukan ini yaitu berdiri saat berkenalan dengan calon partner. Pasalnya dengan berdiri saat berkenalan maka seseorang akan merasa diperlakukan dengan baik dan merasa dihormati.

Akan tetapi, jika situasinya sedang tidak memungkinkan maka anda bisa melakukan cara lain yaitu membungkukkan badan yang mana hal ini untuk menunjukkan bahwa seseorang memiliki sikap positif terhadap orang lain.

3. Mengucapkan Terimakasih

Selanjutnya adalah mengucapkan terimakasih. Meski terdengar sepele, namun ucapan terimakasih memiliki dampak yang besar bagi banyak orang khususnya jika anda sedang ingin menjalin kerjasama dengan seseorang. Karena dengan mengucapkan terimakasih akan menunjukkan bahwa seseorang menghargai orang lain.

4. Tuan Rumah Bayar Tagihan

Biasanya pertemuan dengan rekan bisnis biasanya dilakukan diluar, misalnya mengundang rekan bisnis untuk melakukan makan siang atau makan malam di restoran. Maka sudah seharusnya pihak yang mengundang atau tuan rumah lah yang membayar tagihan tersebut.

Jika rekan bisnis tersebut menolaknya dengan alasan tertentu, maka tuan rumah harus tetap membayar tagihan tersebut dengan memberikan alasan bahwa perusahaan akan mengganti biaya tersebut.

Demikian ulasan yang bisa kami sajikan untuk anda terkait denga pengertian etika bisnis, prinsip, tujuan dan contoh etika bisnis. Semoga dari penjelasan diatas bisa menambah wawasan serta bisa mengaplikasikannya dalam memulai bisnis. Sekian dari kami semoga bermanfaat.

Etika Profesi : Pengertian Etika Profesi, Fungsi, Prinsip dan Contohnya

Etika Profesi : Pengertian Etika Profesi, Fungsi, Prinsip dan Contohnya – Jika diartikel sebelumnya telah kita bahas mengenai pengertian etika secara umum, kali ini kita akan mengulas terkait dengan pengertian etika profesi, fungsi dan prinsipnya.

Apa sih etika profesi itu? Secara umum pengertian etika profesi merupakan suatu sikap etis yang dimiliki seseorang sebagai bagaian integral dari sikap hidup dalam mengemban tugasnya dengan menerapkan norma-norma etis umum pada bidang-bidang khusus (profesi) dalam kehidupan manusia.

Etika Profesi : Pengertian Etika Profesi, Fungsi, Prinsip dan Contohnya

Etika profesi ini sendiri sama halnya dengan kode etik profesi yang sangat berhungungan dengan bidang pekerjaan tertentu yang berhubungan langsung dengan masyarakat atau konsumen. Dan konsep dari etika profesi tersebut sebelumnya harus disepakati bersama oleh pihak-pihak yang berada di suatu lingkup kerja tertentu seperti dokter, jurnalistik dan pers, guru, engineering, ilmuan, psikolog dan profesi lainnya.

Selain itu kode etik profesi ini juga memiliki fungsi yaitu sebagai sistem norma, nilai dan aturan profesional secara tertulis dengan tegas menyatakan apa yang benar/baik, dan apa yang tidak benar / tidak baik bagi seorang profesional. Dengan kata lain, kode etik profesi ini dibuat agar seorang profesional seperti dokter, jurnalis, psikolog dan profesi lain bisa bertindak sesuai dengan aturan dan menghindari tindakan yang tidak sesuai dengan kode etik profesi.

Etika Profesi Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami arti dari etika profesi, berikut beberapa pengertian etika profesi menurut para ahli :

1. Anang Usman, SH., MSi

Etika profesi menurut Anang Usman, SH., MSi adalah suatu sikap hidup untuk memenuhi kebutuhan pelayanan profesional dari klien dengan keterlibatan dan keahlian sebagai pelayanan, dalam rangka memenuhi kewajiban masyarkat secara keseluruhan yang membutuhkannya disertai dengan refleksi seksama.

2. Siti Rahayu

Etika profesi menurut Siti Rahayu (2010) adalah suatu kode etik untuk profesi tertentu yang harus dimengerti dan fipahami oleh setiap profesional dan bukan sebagai etika absolut.

3. Kaiser

Etika profesi menurut Kaiser (Suhrawardi Lubis, 1994:6-7) adalah suatu sikap hidup yang berupa keadilan untuk memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan penuh kehalian dan ketertiban dalam rangka melaksanakan tugas untuk melayani masyarakat.

Prinsip Dasar Etika Profesi

Setelah memahami apa arti etika profesi dari beberapa pakar, tentunya anda juga harus mengetahui beberapa prinsip dasar yang menjadi landasan dalam pelaksanaan kode etik profesi. Berikut beberapa prinsip dasar etika profesi :

1. Prinsip Tanggung Jawab

Prinsip dasar pertama dalam etika profesi adalah bahwa setiap profesional harus bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan dan hasilnya. Selain itu, para profesional juga harus memiliki tanggung jawab terhadap dampak apa saja yang mungkin terjadi dari profesinya bagi kehidupan orang lain atau masyarakat.

2. Prinsip Keadilan

Selanjutnya adalah bagi setiap profesional disini dituntut untuk mengedepankan keadilan dalam menjalankan tugas pekerjaannya. Iya, dalam hal ini bentuk keadilan itu harus diberikan kepada siapa saja yang berhak dan tidak pilih-pilih.

3. Prinsip Otonomi

Prinsip ketiga dari etika profesi adalah setiap profesional memiliki wewenang dan kebebasan dalam menjalankan pekerjaannya sesuai dengan profesinya masing-masing. Yang mana seorang profesional disini berhak untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dengan mempertimbangkan kode etik profesinya.

4. Prinsip Integritas Moral

Dan prinsip yang terakhir adalah integritas moral yang mana hal ini berkaitan dengan kualitas kejujuran dan prinsip moral dalam diri seorang profesional yang harus dilakukan secara konsisten dalam menjalankan profesinya. Yang artinya bahwa seorang profesional harus memiliki komitmen pribadi untuk menjaga kepentingan profesinya, dirinya dan masyarakat umum.

Fungsi dan Tujuan Etika Profesi

Setelah mengetahui prinsip etika profesi, berikut akan kami jelaskan terkait dengan fungsi dan tujuan etika profesi. Menurut Undang-undang RI No. 8 Tahun 1974 mengenai pokok-pokok kepegawaian, kode etik profesi merupakan suatu pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dalam kehidupan sehari-hari. Mengacu pada hal tersebut, berikut adalah fungsi dan tujuan etika profesi :

1. Fungsi Kode Etik Profesi

  • Etika profesi berfungsi sebagai pedoman bagi semua anggota profesi mengenai prinsip profesionalitas yang telah ditetapkan.
  • Etika profesi juga berfungsi sebagai alat kontrol sosial bagi masyarakat umum terhadap suatu profesi tertentu.
  • Dan terakhir Etika profesi berfungsi sebagai sarana untuk mencegah campur tangan dari pihak lain diluar organisasi yang terkait dengan hubungan etika dalam keanggotaan suatu profesi.

2. Tujuan Kode Etik Profesi

  • Kode etik profesi bertujuan untuk menjunjung tinggi martabat suatu profesi
  • Selain itu kode etik profesi juga bertujuan untuk menjaga dan mengelola kesejahteraan anggota profesi.
  • Kode etik profesi juga bertujuan untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
  • Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan pelayanan suatu profesi diatas keuntungan pribadi.
  • Dan untuk membantu meningkatkan mutu suatu profesi.
  • Selain itu juga untuk menentukan standar baku bagi suatu profesi.
  • Serta untuk meningkatkan kualitas organisasi menjadi lebih profesional dan terjalin erat.

Contoh Etika Profesi

Setelah mengetahui arti, prinsip dasar, fungsi dan tujuan dari etika profesi, berikut akan kami sajikan contoh etika profesi. Salah satu contoh etika profesi kita bisa mengambil etika profesi kedokteran yang mengatur prinsip moral dan etika dalam menjalankan kegiatan kedokteran. Dalam hal ini, ruang lingkup dari kode etik profesi kedokteran yakni mencakup perilaku dokter terhadap pasien, keluarga, masyarakat, teman sejawat dan mitra kerjanya.

Berikut contoh kode etik profesi kedokteran secara umum :

1. Kewajiban Dokter

  • Kewajiban dokter adalah memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar prosedur operasional serta kebutuhan medis para pasien.
  • Selain itu dokter juga berkewajiban untuk memberikan surat rujukan bagi pasien ke dokter lain yang memiliki keahlian yang lebih baik jika diperlukan.
  • Kewajiban dokter lainnya adalah menjaga kerahasiaan pasien, bahkan setelah pasien tersebut telah meninggal dunia.
  • Kewajiban dokter lainnya adalah memberikan pertolongan darurat atas dasar kemanusiaan, kecuali bila ada pihak lain yang bertugas dan mampu melakukannya.
  • Dan bagi seorang dokter juga wajib meningkatkan ilmu pengetahuin dibidang ilmu kedokteran, yang mana mengingat belakangan ini segala jenis penyakit baru yang semakin banyak bermunculan.

2. Larangan Bagi Dokter

  • Bagi seorang dokter dilarang untuk memuji kemampuan atau keahliannya sendiri
  • Menjaga ucapan atau tindakan yang dalam melemahkan data tahan atau semangat pasien
  • Dokter juga dilarang untuk mengumumkan dan melakukan suatu teknik kedokteran yang belum diuji kebenarannya
  • Dokter juga dilarang untuk melepaskan kemandirian profesi karena pengaruh tertentu
  • Dokter juga dilarang untuk mengambil alih pasien tanpa persetujuan teman sejawat
  • Menentapkan imbalan atas jasanya secara tidak wajar
  • Melakukan diskriminasi dalam melakukan pelayanan terhadap pasien
  • Melakukan kolusi dengan perusahaan farmasi
  • Mengabaikan kesehatannya sendiri
  • Dokter juga dilarang mengeluarkan keterangan palsu meskipun diminta oleh pasien atau keluarga pasien
  • Melakukan pelecehan seksual terhadap pasien atau orang lain
  • Membocorkan rahasia pasien kepada orang lain.

Demikian ulasan yang bisa kami sajikan untuk anda terkait dengan pengertian etika profesi, prinsip dasar, fungsi dan tujuan, dan contoh etika profesi. Semoga dari penjelasan diatas bisa memberikan wawasan baru khususnya untuk anda yang membutuhkan. Sekian dari kami semoga bermanfaat.

 

Implikasi Adalah? Pengertian Implikasi dan Contoh Implikasi Penelitian

Implikasi Adalah? Pengertian Implikasi dan Contoh Implikasi Penelitian – Sebagian besar dari kita tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah implikasi, khususnya buat anda yang terjun dalam penelitian. Namun sebagian orang masih banyak yang menggunakan istilah implikasi ini dalam kehidupan sehari-hari, padahal istilah implikasi ini biasanya digunakan untuk penelitian. Lalu apa sih arti implikasi?

Dalam kehidupan sehari-hari, kata implikasi ini memiliki persamaan kata yang memadai diantaranya adalah keterkaitan, keterlibatan, sangkutan, asosiasi, efek, konotasi, akibat, siratan, maksud dan sugesti. Untuk itu istilah implikasi ini sendiri lebih cocok digunakan dalam konteks bahasa ilmiah dan penelitian.  Untuk lebih jelasnya berikut akan kami sajikan untuk anda terkait dengan pengertian implikasi dan contoh implikasi penelitian.

Implikasi Adalah? Pengertian Implikasi dan Contoh Implikasi Penelitian

Pengertian Implikasi

Sebenarnya ada beberapa pengertian implikasi menurut para ahli. Namun pengertian implikasi menurut para ahli sendiri juga belum bisa menjelaskan secara jelas terkait dengan arti implikasi sebenarnya. Implikasi adalah suatu konsekuensi  atau akibat yang berasal dari hasil penemuan suatu penelitian ilmiah. Selain itu ada juga yang menyebutkan bahwa implikasi adalah suatu analisis atau hasil akhir temuan dari penelitian.

Kata implikasi sendiri sebenarnya memiliki makna yang sangat luas dan beragam. Selain itu kata implikasi ini juga bisa anda gunakan dalam suasana apapun yang mengaharuskan anda untuk berpendapat. Secara sederhana implikasi merupakan suatu dampak dari suatu penelitian.

Pengertian Implikasi Penelitian

Perlu kita ketahui bersama bahwa implikasi dalam penelitian biasanya digunakan sebagai perbandingan. Sehingga bisa dikatakan implikasi penelitian merupakan suatu perbandingan penelitian dari penelitian sebelumnya dengan penelitian yang baru. Atau bisa juga berarti bahwa implikasi merupakan suatu dampak yang ditimbulkan secara langsung dari hasil penelitian atau merupakan suatu kesimpulan dari hasil penelitian.

Selain itu ada tiga jenis implikasi yang biasa digunakan dalam penelitian diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Implikasi Teoritis merupakan suatu penyajian hasil penelitian dengan menggunakan gambar. Gambar-gambar ini nantinya akan menunjang dan melengkapi hasil penelitian yang sudah dilaksanakan, selain itu gambar-gambar yang akan disajikan tentunya harus berkaitan dengan implikasi teoritikal berdasarkan hasil penelitian yang akan disajikan.
  2. Implikasi Manajerial merupakan sebuah analisis atau hasil akhir penelitian yang didapatkan dari kebijakan-kebijakan yang telah diterapkan pada sebuah metode penelitian.
  3. Implikasi Metodologi terkait dengan bagaimana suatu cara atau metode yang digunakan dalam penelitian. Implikasi metodologi ini sendiri memiliki tujuan untuk menyebutkan kesulitan-kesulitan maupun tantangan yang dialami oleh peneliti. Sehingga nantinya peneliti bisa mendapatkan masukan atau perbaikan dari penelitian yang sudah diteliti.

Contoh Implikasi

Selain ketiga jenis implikasi tersebut implikasi teoritis, implikasi manajerial dan implikasi metodologi, ada juga contoh atau jenis implikasi yang berasal dari pemanfaatan implikasi metode penelitian diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Implikasi Dalam Kepemimpinan

Perlu kita ketahui bersama bahwa untuk menjadi pemimpin ada banyak hal yang wajib kita perhatikan. Iya, menjadi seorang pemimpin tentunya wajib memiliki sikap yang berkualitas dan bertanggung jawab demi kemajuan suatu organisasi atau perusahaan.

Selain itu seorang pemimpin juga harus memiliki sikap sebagai seorang leader dengan tujuan dan visi misi yang jelas. Tidak hanya itu, seorang pemimpin juga harus memiliki kemampuan untuk memberikan dorongan untuk anggotanya dan mengutamakan jalinan yang manusiawi dan menghargai. Sehingga nantinya akan tercipta pemimpin yang memiliki implikasi dan fungsi positif bagi perushaaan maupun anggotanya.

2. Implikasi Etika

Implikasi etika yang dalam hal ini berkaitan dengan formalitas yang dilakukan. Yang mana sebuah etika tentunya sudah diajarkan sejak dini yang kemudian akan berlanjut untuk terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang kita tau bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan kebudayaan namun tetap tidak meninggalkan etika seperti contoh yang paling simple adalah seseorang yang usianya lebih mudah wajib menjunjung dan menghormati orang yang lebih tua.

3. Implikasi Budaya

Implikasi budaya merupakan metode budaya yang didalamnya mengkaji tentang bagaimana seseorang harus bersikap secara tepat dalam kebudayaan. Seperti yang kita tau bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki beragam kebudayaan.  Sebagai warga Indonesia yang baik menjunjung tinggi kebudayaan seharusnya tidak merendahkan budaya lain, seharusnya dengan berbagai macam budaya yang kita miliki membuat kita untuk lebih menghormati budaya sesama warga negara dari beragam latar belakang budaya.

4. Implikasi Globalisasi

Implikasi globalisasi merupakan suatu metode yang mengkaji terkait dengan dampak dari globalilasi terhadap lingkungan masyarakat dalam segala aspek seperti ekonomi, politik, sosial, budaya, pendidikan, pertahanan dan keamanan.

Demikian ulasan yang bisa kami sajikan terkait dengan pengertian implikasi dengan berbagai metodenya. Dari penjelasan diatas bisa kita ambil kesimpulan bahwa implikasi merupakan satu hal yang harus kita pahami untuk melangsungkan proses penelitian dengan baik, sehingga nantinya bisa menghasilkan penelitian yang bermanfaat dan membuahkan pemikiran yang maju dan berkembang. Sekian dari kami semoga bermanfaat.

 

 

 

Pengertian Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, Perbedaan dan Contohnya

Pengertian Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, Perbedaan dan Contohnya – Masih soal metode penelitian, jika kemarin kita sudah membahas mengenai pengertian variabel penelitian. Kali ini kami akan membahas mengenai pengertian metode penelitian. Perlu kita ketahui bersama bahwa dalam dunia penelitian terdapat dua metode yang bisa anda gunakana yaitu kualitatif dan kuantitatif.

Dari kedua metode tersebut sebenarnya bisa kita gunakan secara bersamaan, tapi kebanyakan dari kita khususnya yang mengerjakan skripsi lebih sering menggunakan salah satunya. Memahami metode penelitian menjadi salah satu point terpenting sebelum melakukan penelitian. Pasalnya pemilihan metode yang akan digunakan nantinya akan sangat berkaitan dengan permasalahan yang akan diangkat oleh penelliti.

Pengertian Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, Perbedaan dan Contohnya

Lalu apa yang membedakan antara metode penelitian kualitatif dan kuantitatif? Untuk lebih jelasnya berikut penjelasannya.

Pengertian Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Metode penelitian kualitatif merupakan suatu metode yang berfokus pada pemahaman fenomena sosial dari sudut pandang partisipan secara deskriptif. Bisa dikatakan bahwa metode penelitian ini lebih menekankan pada penelitian yang bersifat memberikan gambaran secara jelas sesuai dengan fakta dilapangan dan hasilnya dituangkan secara deskriptif.

Selain itu pada proses penelitain kualitatif ini sendiri juga dikenal dengan istilah paradigma alamiah yang mana dari segala proses penelitian yang terjadi harus dilaporkan sesuai dengan kenyataan dan tidak ada manipulasi. Jika dalam proses penelitaian terjadi suatu hal minus, maka hal tersebut harus tetap dilaporkan pada hasil penelitian.

Berbeda dengan metode penelitian kuantitatif yang mana pada metode ini peneliti nantinya akan memberikan gambaran terhadap suatu objek melalui teknik analisis tertentu berupa data. Yang mana data tersebut didapat dari sampel orang-orang yang diminta untuk menjawab sejumlah pertanyaan terkait dengan survei. untuk menentukan frekuensi dan persentase tanggapan mereka.

Tujuan dari penelitaian kuantitatif ini sendiri adalah untuk mengembangkan model-model matematis, teori dan hipotetsis yang berkaitan denfan fenomena alam. Sama halnya dengan metode penelitain kualitatif, metode penelitan kuantitatif ini juga harus dilakukan sesuai realita. Namun untuk hasil penelitiannya tergantung pada proses analisis data yang dilakukan.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa hal yang membedakan antara metode penelitian kualitatif dan metode penelitian kuantitatif :

Perbedaan Metode Kualitatif dan Kuantitatif

1. Jenis Data

Pada metode kualitatif biasanya menggunakan jenis data dalam bentuk bukan angka atau lebih tepatnya adalah dalam bentuk deskriptif. Misalnya sebuah penelitian yang membahas mengenai karakter seorang siswa SMP. Maka data penelitiannya bisa berupa Rajin dan Tidak Rajin, Sangat Rajin, Cukup Rajin. Sedangkan untuk penelitian kuantitatif biasanya berbentuk angka-angka yang nantinya akan dianalisis menggunakan SPSS. Contoh penelitian kuantitatif terkait hasil belajar siswa berupa 90, 80, 70, 85 dan seterusnya.

2. Jenis Teori

Pada metode kuantitatif ini biasanya menggunakan teori yang bersifat dedukatif. Yang mana proses penelitian ini dilakukan dari hal-hal yang bersifat umum ke hal-hal yang bersifat khusus. Berbeda dengan metode kualitatif penelitiannya dilakukan secara terbalik yang mana fenomena-fenomena khusus dapat dijadikan sebagai landasan untuk mendapatkan kesimpulan fenomena secara umum (teori induktif).

3. Proses Analisis

Seperti yang sudah kami jelaskan diatas, bahwa untuk metode kuantitatif ini lebih banyak mengguankan teknik alanisis untuk memperoleh sebuah kesimpulan. Yang mana untuk teknik analisisnya bisa menggunakan diagram, tabel dan lainnya. Sementara itu untuk metode kualitatif proses analisisnya berdasarkan data yang ditemukan sesuai fakta yang ada dilapangan. Yang kemudian data tersebut dianalisis secara general untuk memperoleh kesimpulan yang bersifat umum.

4. Perihal Tujuan

Orientasi metode kualitatif biasanya bertujuan untuk memberikan penilaian atau mengkritisi teori yang sudah ada. Sedangkan pada metode kuantitatif peneliti harus melalukan uji coba dari teori tersebut. Sebagai contoh pada penelitian kualitatif disini peneliti yang mengkritisi materi dari sebuah pelajaran yang mana peneliti mencoba melakukan analisa terhadap kekeliruan pada buku tersebut serta memberikan pembenarannya. Sedangkan pada contoh penelitian dengan menggunakan metode kuantitatif adalah peneliti melalukan uji coba dari buku yang dikembangkan secara mandiri kepada siswa.

Demikian ulasan yang bisa kita sajikan untuk anda terkait dengan pengertian metode penelitian kualitatif dan kuantitatif lengkap dengan contoh dan perbedaan antar keduanya. Jika dilihat dari pengertian diatas metode kualitatif dan kuantitatif memiliki perbedaan yang signifikan. Sehingga harapan kami dari ulasan tersebut diatas bisa mempermudah anda dalam membedakan kedua metode penelitian diatas. Sekian dari kami semoga bermanfaat.

 

 

Pengertian Variabel Penelitian Beserta Jenis dan Contohnya

Pengertian Variabel Penelitian Beserta Jenis dan Contohnya – Untuk melengkapi artikel sebelumnya, kali ini kami akan jelaskan terkait dengan pengertian variabel penelitian beserta jenis dan contohnya.

Apa sih penelitian itu? Penelitian merupakan sebuah proses ilmiah dan sistematis untuk mengetahui segala sesuatu yang diinginkan. Dan hasilnya nantinya bisa digunakan untuk masyarakat atau bisa juga digunakan sebagai bahan acuan untuk proses penelitian selanjutnya yang lebih mendalam.

Pengertian Variable Penelitian Beserta Jenis dan Contohnya

Dalam penelitian ada banyak sekali komponen yang harus anda perhatikan salah satunya adalah objek yang akan anda teliti, yang mana dalam hal ini disebut sebagai variabel penelitian. Dalam penelitian, penentuan variable penelitian menjadi tahap awal yang harus anda kerjakan karena nantinya akan berkaitan dengan objek apa yang akan anda observasi.

Pengertian Variabel Penelitian

Secara umum variabel merupakan objek yang akan dijadikan penelitian baik abstrak ataupun real. Dalam proses penelitian ini harus sistematis dan sesuai dengan kaidah ilmiah, sehingga hasil dari observasi atau penelitiannya nanti bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Selain variabel penelitian, anda juga harus memperhatikan landasan teori yang akan anda gunakan dalam proses penelitian karena landasan teori ini nantinya akan mempengaruhi hasil penelitian anda. Sedangkan untuk jumlah variablenya ini bebas, tergantung pada jenis penelitian yang akan anda lakukan. Berikut beberapa devinisi variable penelitian :

  • Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang memiliki variasi nilai atau memiliki nilai yang berbeda dan dapat ditukar.
  • Variabel penelitian merupakan suatu hal yang bisa berbentuk apa saja yang ditetapkan ileh peneliti untuk diobservasi atau dipelajari sehingga nantinya akan memperoleh hasil/informasi mengenai hal tersebut dan kemudian ditarik keimpulan.
  • Variabel penelitian merupakan kontruk atau sifat yang akan dipelajari.

Setelah mengetahui pengertian variabel penelitian langkah selanjutnya adalah mempelajari ragamnya. Berikut beberapa jenis variable penelitian yang harus anda ketahui :

Jenis – Jenis Variabel Penelitian

1. Variabel Bebas dan Terikat

Variable bebas merupakan objek penelitian yang memiliki sifat yang bebas dan hasilnya tidak dipengaruhi oleh apapun. Berbeda dengan variable terikat yang mana variable ini hasilnya bisa dipengaruhi oleh objek penelitian yang lain. Namun dari kedua variable tersebut nantinya akan saling berhubungan. Sebagai contoh pada penelitian yang berkaitan dengan hasil belajar dan minat belajar. Dari contoh tersebut objek bebasnya adalah minat belajar yang mempengaruhi hasil belajar.

2. Dinamis dan Statis

Jika pada variable bebas dan terikat lebih menekankan pada hubungan antar keduanya. Maka berbeda pada jenis variable ini. Variable bisa dikatakan dinamis jika karakter atau jumlahnya bisa berubah. Misalnya prestasi kerja, motivasi belajar dan lainnya. Dan untuk yang bersifat statis ini artinya tidak bisa dirubah seperti nama, jenis kelamin, pendidikan dan sebagainya.

3. Konseptual dan Faktual

Seperti yang sudah kami jelaskan diatas bahwa variable merupakan proses mengolah objek yang nyata maupun abstrak untuk mendapatkan hasil penelitian yang diinginkan. Maksud dari konseptual ini sendiri adalah sebuah tahapan penelitian berdasarkan konsep yang sudah ada atau telah ditetapkan. Sedangkan faktual ini merupakan sebuah variable penelitian yang nyata dan ada sejak dulu. Dari sini bisa dilihat bahwa antara konseptual dan faktual memiliki karakter yang saling berlawanan. Sebagai contoh dari keduanya adalaha semangat belajar dan umur. Semangat belajar ini bersifat konseptual dan umur adalah sesuatu yang faktual sesuai dengan keadaan yang sebenarnya saat itu.

4. Aktif dan Atribut

Perlu kita ketahui bahwa ada variable penelitian yang bisa dimanipulasi dan ada yang tidak bisa dimanipulasi. Jika dilihat dari pendapat Kidder variable penelitian merupakan suatu hasil yang didapatkan oleh peneliti setelah menarik kesimpulan dari proses yang dilakukan. Disini ada dua jenis variable yaitu variable aktif yang mana objeknya bisa dimanipulasi, dan artibut yang mana sifat objeknya tidak bisa dirubah.

Untuk melakukan penelitian ada banyak hal yang harus kita pahami salah satunya adalah pengertian variable, yang mana nantinya bisa memudahkan anda untuk mendapatkan data yang anda inginkan. Setelah menentukan variable atau objek penelitian, langkah selanjutnya adalah mengolah dan melakukan evaluasi mengenai metode apa yang cocok untuk digunakan dalam penelitian anda. Selain itu anda juga bisa menentukan hipotesa yang mana hal ini menjadi salah satu bagian penting dalam proses penelitian.

Untuk menentukan variable penelitian ada beberapa hal yang harus anda ketahui yaitu bersifat relevan dengan tujuan penelitian, bisa dinilai dan diamati, mudah diidentifikasi, klarifikasi dan definisinya jelas. Karena variable ini menjadi salah satu objek penting dalam penelitian, maka anda harus bisa memilih variable sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Selain itu proses dan landasan teori yang digunakan juga bisa mempengaruhi hasil observasi.

Sehingga bisa kita tarik kesimpulan bahwa semakin bagus variable yang dipilih maka hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Demikian informasi yang bisa kami sajikan untuk anda terkait dengan pengertian variable penelitian, jenis dan contohnya. Sekian dari kami semoga bermanfaat.