Etika Bisnis : Pengertian, Tujuan, Prinsip dan Contohnya

Etika Bisnis : Pengertian, Tujuan, Prinsip dan Contohnya – Jika diartikel sebelumnya kita telah membahas mengenai pengertian etika profesi, maka kali ini kami akan sajikan informasi terkait dengan pengertian etika bisnis, tujuan, prinsip dan contohnya.

Apa sih etika bisnis itu? Berbeda dengan pengertian etika profesi yang cenderung kepada kode etik profesi seorang profesional seperti dokter, psikolog dan lain-lain. Sedangkan etika bisnis ini secara umum berarti sebuah cara yang dilakukan oleh suatu bisnis dalam menjalakan kegiatan bisnisnya yang mencakup berbagai aspek seperti individu, perusahaan maupun masyarakat.

Etika Bisnis : Pengertian, Tujuan, Prinsip dan Contohnya

Selain itu, etika dalam bisnis ini juga bisa diartikan sebagai suatu ilmu pengetahuan terkait dengan tata cara ideal dalam mengelola suatu bisnis dengan memperhatiakan norma dan moralitas yang berlaku secara umum, sosial dan ekonomi.

Dalam dunia bisnis tentunya setiap perusahaan harus memperhatikan serta menjalankan etika yang berlaku didalamnya. Seperti contoh taat kepada hukum dan aturan yang berlaku. Berikut beberapa prinsip etika bisnis yang harus anda ketahui :

  • Jujur dalam berkomunikasi dan bersikap, karena salah satu modal  utama dalam berbisnis adalah kejujuran. Selama kita bisa jujur dengan bisnis yang kita jalani, tentunya kita akan semakin banyak mendapat kepercayaan dan peluang.
  • Memiliki komitmen dan memenuhi janji. Bagi seorang pebisnis tentunya kita harus memiliki komitmen dasar yang akan kita jalankan dari awal hingga akhir serta bisa memenuhi janji terhadap konsumen.
  • Memiliki integritas dan loyalitas yang tinggi.

Pengertian Etika Bisnis Menurut Para Ahli

Pengertian etika bisnis menurut para ahli diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Yosephus

Etika bisnis menurut Yosephus adalah suatu wilayah penerapan prinsip-prinsip moral umum pada wilayah tindak manusia pada bidang ekonomi, khususnya bisnis. Sehingga secara hakiki sasaran dari etika bisnis adalah perilaku moral pebisnis yang berkegiatan ekonomi.

2. Hill dan Jones

Etika bisnis menurut Hill dan Jones adalah suatu pengetahuan untuk membedakan antara salah dan benar. Yang mana nantinya etika bisnis ini bisa menjadi bekal kepada setiap pemimpin perusahaan untuk mempertimbangkan dalam pengambilan keputusan yang terkait dengan masalah moral yang kompleks.

3. Velasques

Etika bisnis menurut Velasques adalah suatu ilmu yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Etika bisnis ini lebih berkonsentrasi pada standar moral yang telah diterapkan dalam kebijakan, institusi dan perilaku bisnis.

4. Steade Et Al

Etika bisnis menurut Steade Et Al adalah Suatu standar etika yang berhubungan dengan tujuan dan cara mengambil keputusan dalam perusahaan atau bisnis.

Tujuan Etika Bisnis

Setelah mengetahui apa itu pengertian dan jenis etika bisnis, tentunya kita juga harus mengetahui apa sih tujuan dari etika bisnis itu. Seperti yang kita tau bahwa dalam menjalankan suatu bisnis atau usaha tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sehingga dalam menjalankan bisnis kita juga dituntut untuk memiliki pengetahuan yang salah satunya adalah mengenai etika dalam berbisnis dan mengaplikasikannya dalam perjalanan usaha kita.

Bagi para pebisnis atau pengusaha, salah satu tujuan dari etika bisnis adalah untuk meningkatkan kesadaran moral serta membuat batasan-batasan bagi pelaku bisnis dan menjalankan good business. Namun, tidak sedikit yang melakukan kecurangan dalam berbisnis, yang mungkin bisa jadi kurang memahami tentang etika bisnis atau sudah mengetahui etika bisnis tapi tidak menjalankannya hanya untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Padahal sebenarnya para pengusaha atau pebisnis juga harus memahami bahwa monkey business atau praktek bisnis kotor nantinya bisa merugikan banyak pihak, termasuk dirinya sendiri pada akhirnya jika perbuatan kotornya tidak segera diakhiri.

Jika seorang pengusaha tau pebisnis bisa memahami dan melaksanakan etika bisnis dengan baik, tentunya akan membawa perusahaan ke arah manajemen bisnis yang baik sehingga nantinya akan menciptakan citra perusahaan yang baik bagi semua orang khususnya para konsumen.

Sehingga pada intinya suatu bisnis atau perusahaan yang menerapkan etika bisnis dengan baik pada umumnya mereka tidak akan merugikan pihak lain, tidak melanggar hukum yang berlaku dan bisa menjaga kondisi bisnis tetap kondusif dan stabil.

Contoh Etika Dalam Berbisnis

Terlihat sederhana, namun bisa berdampak besar pada perusahaan jika kita tidak bisa menjalankan etika dalam berbisnis. Berikut beberapa contoh sederhana etika dalam berbisnis yang dilakukan sehari-hari :

1. Menyebutkan Nama

Dalam memulai suatu bisnis atau ketika hendak menjalin sebuah kerjasama dengan yang lain, umumnya para pengusaha akan menyebutkan nama secara lengkap kepada calon partner bisnis. Hal ini adalah cara sederhana yang biasa dilakukan oleh pengusaha yang memiliki etika bisnis yang baik.

2. Berdiri Saat Berkenalan

Meski terlihat sederhana, namun biasanya para pengusaha yang memiliki etika bisnis yang baik akan melakukan ini yaitu berdiri saat berkenalan dengan calon partner. Pasalnya dengan berdiri saat berkenalan maka seseorang akan merasa diperlakukan dengan baik dan merasa dihormati.

Akan tetapi, jika situasinya sedang tidak memungkinkan maka anda bisa melakukan cara lain yaitu membungkukkan badan yang mana hal ini untuk menunjukkan bahwa seseorang memiliki sikap positif terhadap orang lain.

3. Mengucapkan Terimakasih

Selanjutnya adalah mengucapkan terimakasih. Meski terdengar sepele, namun ucapan terimakasih memiliki dampak yang besar bagi banyak orang khususnya jika anda sedang ingin menjalin kerjasama dengan seseorang. Karena dengan mengucapkan terimakasih akan menunjukkan bahwa seseorang menghargai orang lain.

4. Tuan Rumah Bayar Tagihan

Biasanya pertemuan dengan rekan bisnis biasanya dilakukan diluar, misalnya mengundang rekan bisnis untuk melakukan makan siang atau makan malam di restoran. Maka sudah seharusnya pihak yang mengundang atau tuan rumah lah yang membayar tagihan tersebut.

Jika rekan bisnis tersebut menolaknya dengan alasan tertentu, maka tuan rumah harus tetap membayar tagihan tersebut dengan memberikan alasan bahwa perusahaan akan mengganti biaya tersebut.

Demikian ulasan yang bisa kami sajikan untuk anda terkait denga pengertian etika bisnis, prinsip, tujuan dan contoh etika bisnis. Semoga dari penjelasan diatas bisa menambah wawasan serta bisa mengaplikasikannya dalam memulai bisnis. Sekian dari kami semoga bermanfaat.

Pengertian Stakeholder, Teori dan Contohnya

Pengertian Stakeholder, Teori dan Contohnya – Apa itu stakeholder? Bagi sebagian orang mungkin sudah sering mendengar istilah ini khususnya bagi mereka yang bekerja diperusahaan. Dalam berbagai bidang, stakeholder ini sering digunakan untuk menunjuk pada suatu komunitas atau sekelompok orang yang memiliki kepentingan tertentu, dimana nantinya akan banyak faktor yang mempengaruhi berhasil atau tidaknya sebuah perusahaan.

Stakeholder merupakan suatu komunitas atau kelompok yang memiliki kepentingan, yang mana dari hadirnya komunitas atau kelompok tersebut akan sangat mempengaruhi pencapaian usaha. Dan begitu sebaliknya, kepentingan dari komunitas atau kelompok tersebut hanya bisa dicapai dengan peranserta dari perusahaan. Untuk lebih jelasnya berikut ulasannya :

Pengertian Stakeholder, Teori dan Contohnya

Pengertian Stakeholder

Apa itu stakeholder? Stakeholder merupakan sekelompok masyarakat yang memiliki hubungan dengan sebuah perusahaan baik sebagai pihak yang mempengaruhi maupun terpengaruhi. Pada dasarnya kelompok ini harus memiliki hubungan dengan instansi yang berhubungan dengan bidang ekonomi, sosial, dan lain sebagainya. Secara tidak langsung posisi stakeholder ini sangat mempengaruhi hasil dari sebuah usaha baik secara keseluruhan maupun beberapa bagian saja. Berikut ulasannya menurut salah satu ahli yaitu Wibisono :

1. Instrumental

Dalam teori ini menyebutkan bahwa salah satu strategi yang bisa meningkatkan kinerja perusahaan adalah dengan memperhatikan kepentingan stakeholder. Yang mana keduanya harus memiliki hubungan yang saling menguntungkan. Pasalnya jika stalkeholder dan kinerja perusahaan bisa dijaga dengan baik, maka pendapatan yang didapatkan perusahaan akan semakin bertambah. Sehingga tidak heran jika pihak manajer sangat menjaga hubungan interaksi dengan pemangku kepentingan agar prosesnya bisa berjalan dengan lancar.

2. Normatif

Perlu kita ketahui bersama bahwa untuk menjalankan sebuah usaha atau bisnis kita tidak bisa jika hanya memperhitungkan keuntungannya saja. Pihak-pihak yang berjasa seperti stakehorlder juga berhak atas imbalan yang pantas. Selain itu perlu kita ketahui juga bahwa stakeholder yang memiliki pengaruh positif terhadap perusahaan juga bisa mengalihkan kepentingan ke pihak lain. Jika sudah begini bisa dipastikan akan ada kerugian yang diterima karena partisipan dalam persahaan berkurang. Sehingga bisa dikatakan bahwa stakeholder ini memiliki pengaruh yang cukup besar bagi perusahaan dan harus dijaga.

3. Deskriptif

Stakeholder merupakan suatu teori yang memberikan gambaran bagaimana seorang manajer harus mengelola tugas pemangku kepentingan agar bisa saling menguntungkan. Karena bagaimanpun juga keduanya saling membutuhkan dan jika ada yang merasa berat sebelah maka nantinya akan berimbas pada hasil perusahaan. Dan tentunya peran manajer disini sangat penting agar proses kinerja bisa berjalan dengan lancar tanpa kendala dan bisa membuahkan keuntungan yang besar bagi perusahaan.

Iya bagi sebagian orang khususnya yang tidak berkecimpung di dunia bisnis dan finansial tentu akan bertanya apa sih stakeholder itu? Secara tidak sadar istilah ini sering kali muncul dikehidupan kita sehari-hari. Namun, masih belum mengetahui pasti apa nama dan pengertiannya. Untuk lebih mudah mengetahui apa sebenarnya stakeholder, kita bisa lihat beberapa kejadian yang sering kita temui.  Stakeholder tidak hanya berkaitan dengan bidang ekonomi saja, ada juga yang berasal dari pemerintah, komunitas bahkan media massa.

Contoh Stakeholder

Beberapa contoh stakeholder bisa sering kita jumpai seperti pada staff, karyawan, supplier, dosen, satpam, bahkan mahasiswa. Pasalnya selama hal tersebut masih berkaitan dengan sebuah usaha, maka siapa saja bisa menduduki sebagai pemangku kepentingan. Misalnya dari sisi pemerintahan, peraturan yang dikeluarkan nantinya akan berpengaruh pada kebijakan yang diambil, bisa jadi menguntungkan atau sebaliknya. Untuk itu sebagai atasan harus mengetahui cara untuk membina hubungan baik dengan berbagai pihak.

Jika dari segi perusahaan, kita juga harus memperhatikan kelompok masyarakat yang mana mereka juga memiliki peran yang sangat besar dalam memberikan pendapatan kepada perusahaan. Iya, perannya tentu saja sebagai konsumen yang akan membeli produk yang dihasilkan. Semakin banyak kelompok masyarakat yang mengkonsumsi atau membeli maka keuntungan yang diperoleh juga akan bertambahh. Oleh karena itu kepuasan pelanggan akan sangat dibutuhkan agar masyarakat tetap menggunakan produk kita dan tidak beralih ke yang lain.

Demikian ulasan yang bisa kami sajikan untuk anda terkait dengan pengertian stakeholder, teori dan contohnya yang bisa kami tarik kesimpulan bahwa stakeholder merupakan pihak yang sangat berpengaruh pada perkembangan perusahaan dan salah satu yang bisa menghubungkan antara keduanya adalah manajer yang mana bertugas untuk menciptakan hubungan yang baik dan harmonis. Sekian dari kami semoga bermanfaat.

 

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli dan Fungsinya

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli dan Fungsinya – Seperti yang kita tau bahwa hampir semua hal tentunya membutuhkan manajemen. Baik itu dalam urusan bisnis, belajar dan lain sebagainnya. Lalu apa sih manajemen itu? Pengertian manajemen yaitu suatu proses dimana anda mulai melakukan koordinasi pada suatu hal. Dengan harapan kita bisa mencapai tujuan serta menyeimbangkan dengan hal-hal lain yang bertentangan.

Sebelum melakukan sebuah kegiatan atau pekerjaan, alangkah baiknya jika kita membuat manajemen terlebih dahulu. Pasalnya dengan adanya manajemen pekerjaan atau kegiatan anda nantinya akan lebih efisien dan efektif. Selain itu pada dasarnya manajemen ini tidak bisa dilepaskan dengan Planning (perencanaan), Actuating (pelaksanaa), Controlling (pengendalian) dan Organizing (Pengorganisasian).

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli dan Fungsinya

Pengertian manajemen menurut para ahli disini sebenarnya banyak sekali, untuk itu disini kami akan coba memberikan rangkuman kumpulan pengertian manajemen dari beberapa para ahli. Berikut ulasannya :

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

1.  The Liang Gie

Menurut The Liang Gie manajemen merupakan sebuah unsur yang memiliki peran dalam serangkaian kegiatan yang bisa mengarahkan setiap fasilitas kerja dan menggerakkan karyawannya agar bisa mencapai tujuan perusahaan/organisasi yang telah ditetapkan diawal. Selain itu Liang lebih fokus pada fungsi manajemen itu sendiri dimana keseimbangan yang terjadi antara pergerakan bawaan dengan pengolaan dan penggunaan fasilitas kerja yang ada.

2. Odway Tead

Menurut Odway Tead manajemen merupakan suatu proses dari pelaksanaan kegiatan usaha untuk memimpin sekaligus mengarahkan tujuan dari penyelenggaraan tugas organisasi untuk mewujudkan tujuan yang telah dibuat bersama. Menurut Odway fungsi manajemen ini terletak pada leading dan pengarahan.

3. T Hani Handoko

Sedangkan menurut T Hani Handoko pengertian manajemen adalah suatu proses bekerja secara bersama-sama untuk meninterpretasujan, menentukan dan mencapai tujuan dari organisasi/perusahaan itu sendiri melalui sebuah pelaksanaan dari pengorganisasian, pengarahan, perencanaan, kepemimpinan, pengawasan dan penyusunan personalia.

4. Eiji Ogawa

Menurut Eiji Ogawa manajemen merupakan suatu proses yang didalammnya terdapat pengimplementasian, pengendalian dan perencanaan suatu kegiatan yang masuk kedalam sistem yang telah diberlakukan oleh organisasi/perusahaan. Dan dalam hal ini organisasi/perusahaan tentunya sudah menetapkan sasaran dan tujuan yang ingin dicapai sehingga nantinya bisa diperbaiki dan disempurnakan sesuai dengan munculnya perubahan kondisi selama prosesnya.

5. Marry Parker Follet

Menurut Marry Parker Follet manajmen merupakan sebuah seni yang digunakan untuk melaksanakan sautu pekerjaan atau kegiatan melalui orang lain. Fungsi utama yang tekankan oleh Marry adalah mempengaruhi serta memimpin orang lain sehingga bisa bekerja sesuai dengan tujuan bersama.

Fungsi Manajemen

Berikut adalah beberapa fungsi dari manajemen yang harus anda ketehui :

  1. Manajemen sebagai suatu acuan yang diberikan kepada masing-masing anggota organisasi. Yang mana nantinya acuan tersebut akan diberikan kepada masing-masing anggota sesuai dengan porsi dan keahlian masing-masing. Dalam hal ini masing-masing anggota yang telah ditetapkan bagiannya memiliki peranan yang sangat penting dalam kegiatan manajemen. Selain itu keberhasilan suatu kegiatan atau pekerjaan ini sangat bergantung pada kemampuan anda untuk memanejemen. Dalam hal ini suatu kegiatan atau pekerjaan akan berhasil jika manajemennya bisa teratur dan berjalan sesuai rencana.
  2. Selain itu fungsi manajemen lainnya yaitu menurut G.R Terry seorang ahli manajemen dalam bukunya “Principle of Majanemen” yaitu pengorganisasian, pengendalian, pelaksanaan dan perencanaan.

Demikian ulasan yang bisa kami sajikan untuk anda terkait dengan pengertian manajemen menurut para ahli dan fungsinya. Semoga dari penjelasan diatas bisa menambah referensi dan bermanfaat buat anda khususnya yang sedang mancari informasi terkait dengan pengertian manajemen.

 

Pengertian Manajemen Keuangan, Fungsi dan Contohnya

Pengertian Manajemen Keuangan, Fungsi dan Contohnya –  Untuk melengkapi artikel sebelumnya terkait dengan pengertian manajemen pemasaran, kali ini kami akan membahas mengenai pengertian manajemen keuangan, fungsi dan contohnya. Seperti yang kita tau bahwa manajemen keuangan merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam dunia bisnis.

Bahkan untuk skala rumah tangga pun membutuhkan manajemen dalam mengatur keuangan, yang mana dalam hal ini sangat berguna untuk mengatur penggunaan uang yang keluar agar lebih efisien dan hemat. Sehingga nantinya uang tersebut bisa berguna sesuai kebutuhan dan tentunya bisa menyisihkan sebagai tabungan.

Pengertian Manajemen Keuangan, Fungsi dan Contohnya

Pada dasarnya manajemen keuangan ini berkaitan dengan cara mengalokasikan atau mengelola aset atau harta yang dimiliki dan bagaimana caranya agar bisa mendapatkan pendanaan model kerja.  Dengan tujuan agar nilai yang dimiliki oleh perusahaan bisa lebih maksimal dan bisa memberikan nilai tambah dari segi finansial atau aset perusahaan.

Ruang lingkup manajemen keuangan ini meliputi keputusan investasi, pengelolaan aset dan keputusan pendanaan. Untuk lebih jelasnya berikut akan kami sajikan pengertian manajemen keuangan menurut para ahli lengkap dengan fungsi dan contohnya. Berikut ulasannya :

Pengertian Manajemen Keuangan Menurut Para Ahli

Perlu kita ketahui bersama bahwa ada banyak sekali pengertian manajemen keuangan menurut para ahli. Yang mana dari pengertian manajemen keuangan tersebut para ahli memiliki pandangan yang berbeda-beda. Untuk lebih jelasnya berikut pengertian manajemen keuangan menurut para ahli :

1. Suad Husnan

Secara sederhana menurut Suad Husnan manajemen keuangan adalah suatu manajemen yang dilakukan terhadap fungsi-fungsi keuangan.

2. Bambang Riyanto

Menurut Bambang Riyanto manajemen keuangan merupakan keseluruhan aktivitas perusahan atau kegiatan yang berkaitan dengan usaha dalam mendapatkan dana yang dibutuhkan dengan menggunakan biaya serta syarat-syarat yang dianggap paling menguntungkan.

3. Grestenberg

Selain itu Grestenberg juga berpendapat bahwa manajemen keuangan adalah suatu manajemen yang berkaitan dengan suatu cara perusahaan untuk mendapatkan dana, penggunaan serta pendistribusian dananya.

4. James Van Home

Menurut James Van Home manajemen keuangan adalah segala aktivitas yang berkaitan dengan pendanaan, pengelolaan dan peroleh aktiva secara keseluruhan.

Dari keempat pengertian manajemen keuangan menurut para ahli bisa kita tarik kesimpulan bahwa pada dasarnya manajemen kuangan merupakan suatu proses yang dilakukan dalam suatu kegiatan keuangan organisasi atau perusahaan yang berkaitan dengan usaha perusahaan dalam meminimalkan biaya perusahaan dan bisa mendapatkan dana untuk bisa mencapat tujuan keuangan yang telah ditentukan.

Selain memahami arti manajemen keuangan, bagi anda seorang pengusaha juga wajib menetahui prinsip dan fungsi manajemen keuangan. Pada dasarnya prinsip manajemen keuangan ini adalah akuntabilitas, konsistensi, transparansi, integritas, kelangsungan hidup, standar akuntasi dan pengolaannya. Berikut adalah fungsi manajemen kuangan :

Fungsi Manajemen Keuangan

1. Reporting (Pelaporan Keuangan)

Untuk fungsi Reporting adalah menyiapkan laporan informasi mengenai analisa rasio dari laporan keuangan dan kondisi keuangan suatu perusahaan.

2. Budgeting (Anggaran)

Fungsi budgeting disini adalah perencanaan alokasi anggaran dan data terima anggaran biaya.

3. Planning (Perencanaan Keuangan)

Dalam manajemen keuangan Planning ini berfungsi untuk merencakana laporan rugi laba dan arus kas perusahaan.

4. Pencairan Keuangan

Dalam manejemen keuangan pencairan keuangan ini berfungsi untuk mengeksploitasi dan mencari sumber dana untuk operasional perusahaan.

5. Pengelolaan Keuangan

Dengan adanya manajemen keuangan, pengelolaan keuangan perusahaan akan lebih maksimal. Pasalnya dengan adanya manajemen keuangan akan memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.

6. Auditing (Pemerikasaan Keuangan)

Pada bagian ini Auditing berfungsi sebagai pemeriksa keuangan atau auditing. Kenapa perlu dilakukan auditing? Karena hal ini sangat penting agar audit internal keuangan perusahaan bisa dilakukan sesuai standar akuntansi yang benar dan tidak memicu adanya penyimpangan atau korupsi perusahaan.

7. Controlling (Pengendalian Keuangan)

Fungsi manajemen keuangan yang terakhir adalah controlling untuk melakukan evaluasi atas sistem keuangan perusahaan.

Contoh Manajemen Keuangan

Untuk contoh manajemen keuangan sebenarnya ada banyak sekali. Beberapa diantaranya adalah pembuatan laporan neraca harga, modal dan hitan, laporan rugi laba, laporan arus kas, laporan piutang dan hutang dan masih banyak lagi. Laporan tersebut merupakan salah satu bagian dari manajemen keuangan yang wajib dimiliki oleh setiap perusahaan atau bagi anda yang baru memulai menjalankan usaha.

Demikian ulasan yang bisa kami sajikan terkait dengan pengertian manajemen keuangan, fungsi dan contohnya. Semoga bisa menambah wawasan khususnya buat anda yang membutuhkan informasi ini. Sekian dari kami semoga bermanfaat.

 

 

Pengertian Manajemen Pemasaran, Fungsi dan Contohnya

Pengertian Manajemen Pemasaran, Fungsi dan Contohnya – Dalam dunia bisnis tentu kita akan sering menemukan istilah manajemen.  Pasalnya manajemen merupakan suatu hal yang penting yang wajib diperhatikan oleh pengusaha atau pebisnis. Seperti yang kita ketahui bahwa terdapat beberapa macam manajemen yang harus kita pahami sebelum memulai usaha. Selain manajemen keuangan, menajemen pemasaran juga memiliki peran yang sangat penting untuk keberhasilan usaha anda.

Kenapa manajemen pemasaran memiliki peran yang sangat penting bagi perusahaan atau usaha anda? Pasalnya dengan adanya manajemen pemasaran yang baik nantinya akan menghasilkan hasil yang bagus pada omset pendapatan anda.

Pengertian Manajemen Pemasaran, Fungsi dan Contohnya

Manajemen seringkali diartikan sebagai suatu proses perencanaan, penggerakan, pengorganisasian dan pengawasan untuk bisa mencapai suatu target yang telah ditentukan.  Sedangkan pemasaran merupakan sautu kegiatan yang bisa membantu para pelaku usaha untuk menciptakan nilai ekonomi.

Dengan adanya pemasaran nantinya kita bisa menentukan harga jasa atau produk yang akan ditawarkan.  Selain itu pemasaran sering diartikan sebagai penghubung antara kegiatan konsumsi dan produksi. Lalu apa definisi manajemen pemasaran itu? Untuk lebih jelasnya berikut akan kami sajikan ulasannya dibawah ini :

Pengertian Manajemen Pemasaran Menurut Para Ahli

Perlu kita ketahui bersama bahwa manajemen dalam kegiatan pemasaran ini memiliki tiga unsur utama yaitu orientasi pada pembeli atau konsumen, perencanaan kegiatan pemasaran dan kepuasan pada konsumen.  Untuk pengertian manajemen pemasaran ini sendiri banyak dikemukakan oleh para ahli. Berikut pengertian manajemen pemasaran menurut para ahli :

1. Philip Kolter/Armstrong (2002)

Menurut Philip Kolter Manajemen Pemasaran adalah perencanaan, analisis, pengendalian dan pelaksanaan terkait dengan program yang dirancang agar bisa mempertahankan, membangun dan menciptakan nilai pertukaran yang memberikan keuntungan demi tercapainya sasaran atau tujuan suatu perusahaan.

2. Buchari Alma (2004)

Menurut Buchari Alma (2004) manajemen pemasaran merupakan suatu kegiatan merencanakan, mengarahkan dan mengawasi semua kegiatan bagian pemasaran dari suatu perusahaan. Menurut Buchari manajemen pemasaran disini lebih menitikberatkan pada manajemen sumber daya manusia yang berkaitan dengan kegiatan pemasaran .

3. Handoko dan Dharmmesta

Manajemen Pemasaran menurut Handoko dan Dharmmesta yaitu suatu kegiatan pokok yang harus dilakukan oleh pihak perusahaan agar tetap bisa mempetahankan kelangsungan perusahaannya. Dengan adanya manajemen ini, diharapkan perusahaan bisa berkembang dan mendapat keuntungan yang diinginkan.

4. Kolter (1980)

Menurut Kolter (1980) manajemen pemasaran adalah suatu perencanaan, penganalisaan, pengawasan dan pelaksanaan program-program yang bertujuan untuk memunculkan pertukaran dengan pasar atau sasaran yang dituju, agar tujuan dari perusahaan tersebut bisa dicapai.

Dari beberapa pengertian manajemen pemasaran tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa manajemen pemasaran merupakan sautu proses yang dilakukan untuk menganalisa, merencakan, mengimplementasikan, melaksanakan dan mengendalikan sekaligus mengawasi semua kegiatan bagian pemasaran dari suatu perusahaan.

Yang mana hal ini dilakukan agar tujuan dan target suatu perusahaan tersebut bisa tercapai secara lebih efektif dan efisien. Selain itu manajemen pemasaran juga memiliki peranan yang sangat penting dalam keberhasilan suatu perusahaan.  Dalam hal ini, manajemen pemasaran juga memiliki fungsi yang tentunya wajib anda ketahui, diantaranya adalah sebagai berikut :

Fungsi Manajemen Pemasaran

  1. Melakukan riset terhadap konsumen
  2. Melakukan distribusi produk atau barang
  3. Memberikan layanan kepada pelanggan
  4. Meningkatkan dan mengembangkan produk
  5. Menetapkan harga suatu produk
  6. Membuat kegiatan pemasaran menjadi lebih efektif dan efisien
  7. Mengevaluasi strategi promosi dan distribusi
  8. Menjalin komunikasi yang baik dengan konsumen
  9. Memenuhi kebutuhan komsumen dan pasar

Itulah fungsi dari manajemen pemasaran yang harus anda ketahui. Dari situ diharapkan bagian manejemen pemasaran bisa menerapkan dalam suatu perusahaan agar bisa mencapat target yang diinginkan. Pada dasarnya manejemen dibidang ini sangat sederhana, karena tugas anda disini hanya perlu memastikan bahwa kegiatan pemasaran atau promosi yang anda lakukan selama ini telah berjalan dengan baik dan bisa memberikan keuntungan yang optimal untuk perusahaan atau usaha anda.

Contoh Manajemen Pemasaran

Contoh manajemen pemasaran disini misalnya sebuah perusahaan jasa desainer, salah satu hal penting yang harus anda lakukan dalam manajemen adalah menyusun strategi pemasaran. Seperti misalnya anda menawarkan produk atau jasa tersebut melalui online yang saat ini sedang ramai, anda bisa memberikan penawaran diskon paket desain atau sebagaiannya.

Selanjutnya anda hanya perlu melakukan rencana tersebut secara sistematis dan mengawasi apakah strategi tersebut bisa manarik perhatian customer atau tidak. Jika tidak, maka anda bisa melakukan evaluasi disetiap kegiatan pemasaran agar bisa lebih efektif.

Demikian ulasan yang bisa kami sajikan untuk anda terkait dengan pengertian manajemen pemasaran, fungsi dan contoh manajenem pemasaran. Semoga bisa menambah wawasan dan bermanfaat buat kita.

Pengertian Inflasi, Penyebab dan Dampak Inflasi di Indonesia

Pengertian Inflasi, Penyebab dan Dampak Inflasi di Indonesia – Dalam bidang ekonomi tentunya anda sudah tidak asing lagi dengan istilah yang satu ini. Bahkan istilah ini tidak akan pernah lepas dari sistem perkonomian suatu negara. Istilah ini biasanya disebut dengan nama Inflasi. Yang mana pengertian inflasi menurut para ahli adalah suatu keadaan perekonomian di suatu negara baik itu barang ataupun jasa mengalami peningkatan harga.

Keadaan ini bisa terjadi secara terus menerus dan bisa terjadi dalam jangka panjang. Sebagai contoh di negara kita sendiri Indonesia juga pernah mengalami peningkatan harga barang. Selain itu dampak inflasi ini sendiri akan sangat merugikan banyak pihak, sehingga kondisi seperti i harus ditangani dengan cepat dan tepat.

Pengertian Inflasi, Penyebab dan Dampak Inflasi di Indonesia

Untuk lebih jelasnya berikut akan kami sajikan informasi terkait dengan pengertian inflasi, penyebab dan dampak Inflasi terhadap suatu negara.

Pengertian Inflasi Menurut Para Ahli

Jika menurut para ahli, pengertian Inflasi ini sendiri memiliki perbedaan pendapat, namun sebenarnya memiliki arti yang sama. Untuk lebih jelasnya berikut pengertian inflasi menurut beberapa para ahli :

Parkin dan Bade

Inflasi merupakan suatu pergerakan ke atas dari tingkatan harga yang secara mendasar peningkatan tersebut ialah berhubungan dengan harga.

Nopirin (1987:25)

Inflasi meurpakan proses kenaikan harga-harga umum barang-barang secara terus menerus selama periode tertentu.

Bambang dan Aristanti (2007)

Inflasi merupak  suatu proses kenaikan harga-harga umum secara terus menerus. Kejadian inflasi ini sendiri mengakibatkan menurunnya daya beli masyrakat, karena dalam hal ini akan terjadi penurunan tingkat pendapatan dalam artian penurunan nilai tukar rupiah.

Investoword

Inflasi merupakan kenaikan harga umum dari keseluruhan barang dan jasa dalam suatu perekonomian yang biasanya diukur dengan indeks harga konsumen (Consumer Price Index) dan Indexs Harga Produsen (Producer Price Index)

Dari beberapa pengertian Inflasi menurut para ahli diatas maka dapat kita tarik kesimpulan bahwa Inflasi merupakn suatu gejala ekonomi di suatu periode tertentu yang menyebabkan kenaikan harga secara terus menerus. Apabila kenaikan harga ini hanya bersifat sementara, maka kondisi ini tidak tergolong dalam inflasi. Sebagai contoh saat mendekati Hari Raya Idul Fitri biasanya harga barang kian meningkat drastis dibandingkan hari biasanya.

Penyebab Inflasi

Sesuatu itu tidak akan terjadi jika tidak ada penyebabnya, Iya seperti Inflasi ini tentunya juga ada penyebabnya sehingga munculah inflasi disuatu negara. Secara umum penyebab inflasi ini bisa berasal dari berbagai faktor. Namun secara garis besar inflasi terjadi karena adanya ketidakseimbangan demand dan supply di masyarakat.

Ada 2 penyebab utama Inflasi yaitu tingginya permintaan masyarakat terhadap jenis barang dan jasa atau kurangnya produsi distribusi tertentu membuat harganya terus mengalami peningkatan. Selain itu pemicu permintaan yang tinggi biasanya disebabkan oleh permintaan barang ekspor yang tinggi, permintaan barang untuk swasta dan belanja pemerintah bertambah.

Penyebab terjadi Inflasi lainnya adalah karena meningkatnya biasa produksi yang disebabkan upah buruh naik atau harga bahan bakar naik. Selain itu peredaran uang yang tinggi di masyarakat juga bisa membuat kenaikan harga terhadap suatu barang tertentu. Jika berdasarkan pengertian inflasi, keduanya bisa berdampak pada perekonomian negara.

Selain itu, Indonesia sendiri juga pernag mengalami permasalahan ekonomi seperti ini. Indonesia pernah mengalami inflasi pada tahun 1998 yang mana kondisi inflasi saat itu sangat terkenal. Hal tersebut disebabkan karena adanya anggaran belanja pemerintah yang tidak seimbang. Yang mana pada masa itu terjadi peningkatan harga hingga 70%. Jika berdasarkan arti inflasi, tingkat kondisi negara Indonesia mengalami peningkatan inflasi yang tergolong berat.

Dampak Inflasi

Apa sih dampak dari adanya Inlasi? Seperti yang kita tau bahwa inflasi merupakan suatu kondisi perekonomian yang memiliki dampak besar bagi perekonomian suatu negara. Sehingga sebisa mungkin suatu negara bisa menghindari kondisi ini dengan melakukan berbagai strategi dan cara yang dirancang oleh pemerintah khususnya mentri keuangan.

Perlu kita ketahui bersama bahwa terdapat 2 jenis dampak adanya inflasi yaitu dampak positif dan negatif. Apabila suatu negara mengalami inflasi yang tergolong inflasi ringan, maka bisa dikatakan ini adalah dampak positifnya. Kenapa? Karena jika suatu negara mengalami inflasi yang tergolong ringan maka akan mendorong perekonomian negara menjadi lebih baik karena pendapatan nasional meningkat.

Apabila suatu negara mengalami inflasi yang tergolong sedang atau berat, maka dengan meningkatnya suatu harga barang/jasa akan membuat kebutuhan menjadi sulit untuk terpenuhi. Dan disini masyarakat yang menerima gaji akan merasakan dampak yang paling berat.

Di Indonesia setelah melalui inflasi yang berat, Indonesia berhasil menurunkan harga barang dan jasa yang ada. Dan pada pemerintahan selanjutnya berhasil menurunkan harga sampai 2%. Dari adanya inflasi tersebut dampak yang rasakan oleh masyarakat Indonesia saat itu sangatlah berat. Yang mana banyak terjadi PHK dan harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi. Selain itu pemerintah dan penggerak uang seperti bank juga banyak dirugikan.

Lalu bagiamana caranya untuk mengtasi agar tidak terjadi inflasi? Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menerapkan kebijakan keuangan dengan ketat untuk suatu negara.

Demikian ulasan yang bisa kami sajikan untuk anda terkait dengan pengertian inflasi, penyebab dan dampak inflasi suatu negara. Semoga bisa menawambah wawasan dan bermanfaat.