Pengertian Etika, Ciri-Ciri, dan Jenis Etika Secara Umum

Pengertian Etika, Ciri-Ciri, dan Jenis Etika Secara Umum -Etika itu apa sih? Tentu istilah tersebut sudah tidak asing lagi bagi kita, bahkan istilah tersebut sering kita dengarkan dikehidupan sehari-hari. Namun apa arti etika yang sesungguhnya? Berikut akan kami sajikan informasinya terkait dengan pengertian etika, ciri-ciri, dan jenis etika secara umum.

Secara umum pengertian etika adalah suatu norma atau aturan yang dipakai sebagai pedoman dalam berperilaku di masyarakat bagi seseorang terkait dengan sifat baik dan buruk.

Pengertian Etika, Ciri-Ciri, dan Jenis Etika Secara Umum

Selain itu ada yang menyebutkan pengertian etika sebagai suatu ilmu mengenai kesusilaan dan perilaku manusia dalam menjalin pergaulan dengan sesama yang menyangkut prinsip dan aturan mengenai tingkah laku yang benar. Dengan kata lain, etika merupakan sebuah kewajiban dan tanggungjawab moral bagi setiap orang dalam berperilaku di masyarakat.

Secara etimologis, kata etika ini berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu “Ethikos”  yang berarti timbul dari suatu kebiasaan. Dalam hal ini etika sendiri memiliki sudut pandang yang normatif dimana objeknya adalah manusia dan tingkahlakunya di lingkungan sosial.

Pengertian Etika Menurut Para Ahli

Berikut beberapa pengertian Etika menurut para ahli :

1. Soerganda Porbakawatja

Menurut Sorganda Porbakawatja Etika merupakan suatu ilmu yang memberikan arahan, acuan, serta pijakan untuk tindakan manusia.

2. H. A. Mustafa

Menurut H. A. Mustafa Etika merupakan suatu ilmu yang menyelidiki suatu perilaku baik dan buruk dengan cara memperhatikan perbuatan manusia sejauh apa yang diketahui serta memperhatikan pemikiran manusia.

3. K. Bertens

Menurut K. Bertens, etika merupakan suatu nilai dan norma moral yang menjadi acuan bagi manusia baik secara individual atau kelompok dalam mengatur semua tingkah lakunya.

4. DR. James J. Spillane SJ

Menurut DR. James, etika merupakan suatu tingkah laku manusia dalam mengambil keputusan yang berhubungan dengan moral. Menurutnya etika ini sendiri lebih mengarah pada penggunaan akal budi dengan objektivitas untuk menuentukan banar atau salah dari tingkah laku seseorang terhadap seseorang yang lain.

5. Drs. H. Burhanudin Salam

Menurut Drs. H. Bahrudin Salam, Etika merupakan sebuah cabang ilmu filsafat yang terkait dengan perihal nilai-nilai serta norma yang dapat menentukan suatu perilaku manusia dalam kehidupannya.

6. W. J. S Poerwadarminto

Menurut Poerwadarminto, Etika merupakan suatu ilmu pengetahuan yang membahas tentang perilaku atau perbuatan manusia yang dilihat dari sisi baik dan buruknya sejauh mana yang dapat ditentukan oleh akal manusia.

Ciri – Ciri Etika

Setelah mengetahui definisi etika, dalam etika terdapat beberapa karakteristik yang membedakannya dengan norma lainnya. Berikut ciri – ciri etika  yang wajib anda ketahui :

  • Etika akan tetap berlaku meskipun tidak ada orang lain yang menyaksikan kegiatan yang anda lakukan.
  • Etika sifatnya absolut atau mutlak.
  • Dalam etika terdapat cara pandang dari sisi batiniah manusia.
  • Etika sangat berkaitan dengan perbuatan atau perilaku manusia.

Perlu kita ketahui bersama bahwa etika dan norma merupakan sesuatu yang berbeda, sehingga dari ciri-ciri tersebut kita bisa membedakan antara etika dan norma.

Jenis – Jenis Etika

Mengacu pada pengertian etika diatas, secara umum etika bisa dibagi menjadi dua jenis. Berikut diantaranya :

1. Etika Filosofis

Etika fisosofis merupakan suatu etika yang bersumber dari aktivitas berpikir yang dilakukan oleh manusia. Sederhananya, etika merupakan bagian dari filsafat.

Berikut adalah sifat etika berdasarkan filsafat :

– Empiris, merupakan cabang ilmu filsafat yang membahas sesuatu yang konkret atau nyata. Misalnya saja filsafat hukum yang mempelajari terkait hukum yang ada di Indonesia.

– Non Emporis, merupakan cabang ilmu filsafat yang berusaha melampaui hal konkret yang seolah-olah menanyakan sesuatu dibalik semua gejala konkret.

2. Etika Teologis

Berbeda dengan etika filosofis, etika teologis ini lebih kearah agama. Pasalnya etika teologis ini dimiliki oleh setiap agama. Etika teologis merupakan bagian dari etika secara umum yang mengandung berbagai unsur etika umum dan kita bisa mengerti jika memahami pengertian etika secara umum.

Seperti misalnya dalam agama Kristen, etika teologis merupakan etika yang bersumber dari presuposisi-presuposisi tentang Allah atau Yang Ilahi dan melihat kesusilaan yang bersumber dari kepercayaannya terhadap Allah.

Hubungan Etika Filosofis dan Etika Teologis

Perlu kita ketahui bersama bahwa dalam sejarah manusia terdapat perbedaan antara manusia mengenai posisi etika teologis dan etika filosofis dalam konteks etika. Dan ada tiga pernyataan yang paling menonjol dalam menanggapi perbedaan tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Revisionisme

Pernyataan mengenai Revisionisme berasal dari Augustinus (354-430) menyatakan bahwa etika teologis mempunyai tugas untuk merevisi, mengoreksi dan memperbaiki etika filosofis.

2. Sintesis

Tanggapan mengenai sintesis dinyatakan oleh Thomas quinas (1225 – 1274) yang mana beliau menyintesiskan etika teologis dengan etika filosofis. Dimana hasil sintesis tersebut merupakan suatu entitas baru dimana etika filosofis dan etika teologis tetap mempertahankan identitasnya masing-masing.

3. Diaparelelisme

Tanggapan ini diungkapkan oleh F.E.F Schleiermacher (1768 – 1834) yang menyatakan bahwa etika filosofis dan etika teologis merupakan suatu gejala yang sejajar. Yang mana hal ini bisa diumpamakan sebagai sepasang rel kereta api yang selalu berjalan berdampingan.

Demikiian penjelasan yang bisa kami sajikan untuk anda terkait dengan pengertian etika, prinsip, ciri-ciri dan jenis etika secara umum. Semoga dari penjelasan diatas bisa menambah wawasan anda dan bermanfaat.

 

 

 

 

Etika Bisnis : Pengertian, Tujuan, Prinsip dan Contohnya

Etika Bisnis : Pengertian, Tujuan, Prinsip dan Contohnya – Jika diartikel sebelumnya kita telah membahas mengenai pengertian etika profesi, maka kali ini kami akan sajikan informasi terkait dengan pengertian etika bisnis, tujuan, prinsip dan contohnya.

Apa sih etika bisnis itu? Berbeda dengan pengertian etika profesi yang cenderung kepada kode etik profesi seorang profesional seperti dokter, psikolog dan lain-lain. Sedangkan etika bisnis ini secara umum berarti sebuah cara yang dilakukan oleh suatu bisnis dalam menjalakan kegiatan bisnisnya yang mencakup berbagai aspek seperti individu, perusahaan maupun masyarakat.

Etika Bisnis : Pengertian, Tujuan, Prinsip dan Contohnya

Selain itu, etika dalam bisnis ini juga bisa diartikan sebagai suatu ilmu pengetahuan terkait dengan tata cara ideal dalam mengelola suatu bisnis dengan memperhatiakan norma dan moralitas yang berlaku secara umum, sosial dan ekonomi.

Dalam dunia bisnis tentunya setiap perusahaan harus memperhatikan serta menjalankan etika yang berlaku didalamnya. Seperti contoh taat kepada hukum dan aturan yang berlaku. Berikut beberapa prinsip etika bisnis yang harus anda ketahui :

  • Jujur dalam berkomunikasi dan bersikap, karena salah satu modal  utama dalam berbisnis adalah kejujuran. Selama kita bisa jujur dengan bisnis yang kita jalani, tentunya kita akan semakin banyak mendapat kepercayaan dan peluang.
  • Memiliki komitmen dan memenuhi janji. Bagi seorang pebisnis tentunya kita harus memiliki komitmen dasar yang akan kita jalankan dari awal hingga akhir serta bisa memenuhi janji terhadap konsumen.
  • Memiliki integritas dan loyalitas yang tinggi.

Pengertian Etika Bisnis Menurut Para Ahli

Pengertian etika bisnis menurut para ahli diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Yosephus

Etika bisnis menurut Yosephus adalah suatu wilayah penerapan prinsip-prinsip moral umum pada wilayah tindak manusia pada bidang ekonomi, khususnya bisnis. Sehingga secara hakiki sasaran dari etika bisnis adalah perilaku moral pebisnis yang berkegiatan ekonomi.

2. Hill dan Jones

Etika bisnis menurut Hill dan Jones adalah suatu pengetahuan untuk membedakan antara salah dan benar. Yang mana nantinya etika bisnis ini bisa menjadi bekal kepada setiap pemimpin perusahaan untuk mempertimbangkan dalam pengambilan keputusan yang terkait dengan masalah moral yang kompleks.

3. Velasques

Etika bisnis menurut Velasques adalah suatu ilmu yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Etika bisnis ini lebih berkonsentrasi pada standar moral yang telah diterapkan dalam kebijakan, institusi dan perilaku bisnis.

4. Steade Et Al

Etika bisnis menurut Steade Et Al adalah Suatu standar etika yang berhubungan dengan tujuan dan cara mengambil keputusan dalam perusahaan atau bisnis.

Tujuan Etika Bisnis

Setelah mengetahui apa itu pengertian dan jenis etika bisnis, tentunya kita juga harus mengetahui apa sih tujuan dari etika bisnis itu. Seperti yang kita tau bahwa dalam menjalankan suatu bisnis atau usaha tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sehingga dalam menjalankan bisnis kita juga dituntut untuk memiliki pengetahuan yang salah satunya adalah mengenai etika dalam berbisnis dan mengaplikasikannya dalam perjalanan usaha kita.

Bagi para pebisnis atau pengusaha, salah satu tujuan dari etika bisnis adalah untuk meningkatkan kesadaran moral serta membuat batasan-batasan bagi pelaku bisnis dan menjalankan good business. Namun, tidak sedikit yang melakukan kecurangan dalam berbisnis, yang mungkin bisa jadi kurang memahami tentang etika bisnis atau sudah mengetahui etika bisnis tapi tidak menjalankannya hanya untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Padahal sebenarnya para pengusaha atau pebisnis juga harus memahami bahwa monkey business atau praktek bisnis kotor nantinya bisa merugikan banyak pihak, termasuk dirinya sendiri pada akhirnya jika perbuatan kotornya tidak segera diakhiri.

Jika seorang pengusaha tau pebisnis bisa memahami dan melaksanakan etika bisnis dengan baik, tentunya akan membawa perusahaan ke arah manajemen bisnis yang baik sehingga nantinya akan menciptakan citra perusahaan yang baik bagi semua orang khususnya para konsumen.

Sehingga pada intinya suatu bisnis atau perusahaan yang menerapkan etika bisnis dengan baik pada umumnya mereka tidak akan merugikan pihak lain, tidak melanggar hukum yang berlaku dan bisa menjaga kondisi bisnis tetap kondusif dan stabil.

Contoh Etika Dalam Berbisnis

Terlihat sederhana, namun bisa berdampak besar pada perusahaan jika kita tidak bisa menjalankan etika dalam berbisnis. Berikut beberapa contoh sederhana etika dalam berbisnis yang dilakukan sehari-hari :

1. Menyebutkan Nama

Dalam memulai suatu bisnis atau ketika hendak menjalin sebuah kerjasama dengan yang lain, umumnya para pengusaha akan menyebutkan nama secara lengkap kepada calon partner bisnis. Hal ini adalah cara sederhana yang biasa dilakukan oleh pengusaha yang memiliki etika bisnis yang baik.

2. Berdiri Saat Berkenalan

Meski terlihat sederhana, namun biasanya para pengusaha yang memiliki etika bisnis yang baik akan melakukan ini yaitu berdiri saat berkenalan dengan calon partner. Pasalnya dengan berdiri saat berkenalan maka seseorang akan merasa diperlakukan dengan baik dan merasa dihormati.

Akan tetapi, jika situasinya sedang tidak memungkinkan maka anda bisa melakukan cara lain yaitu membungkukkan badan yang mana hal ini untuk menunjukkan bahwa seseorang memiliki sikap positif terhadap orang lain.

3. Mengucapkan Terimakasih

Selanjutnya adalah mengucapkan terimakasih. Meski terdengar sepele, namun ucapan terimakasih memiliki dampak yang besar bagi banyak orang khususnya jika anda sedang ingin menjalin kerjasama dengan seseorang. Karena dengan mengucapkan terimakasih akan menunjukkan bahwa seseorang menghargai orang lain.

4. Tuan Rumah Bayar Tagihan

Biasanya pertemuan dengan rekan bisnis biasanya dilakukan diluar, misalnya mengundang rekan bisnis untuk melakukan makan siang atau makan malam di restoran. Maka sudah seharusnya pihak yang mengundang atau tuan rumah lah yang membayar tagihan tersebut.

Jika rekan bisnis tersebut menolaknya dengan alasan tertentu, maka tuan rumah harus tetap membayar tagihan tersebut dengan memberikan alasan bahwa perusahaan akan mengganti biaya tersebut.

Demikian ulasan yang bisa kami sajikan untuk anda terkait denga pengertian etika bisnis, prinsip, tujuan dan contoh etika bisnis. Semoga dari penjelasan diatas bisa menambah wawasan serta bisa mengaplikasikannya dalam memulai bisnis. Sekian dari kami semoga bermanfaat.

Etika Profesi : Pengertian Etika Profesi, Fungsi, Prinsip dan Contohnya

Etika Profesi : Pengertian Etika Profesi, Fungsi, Prinsip dan Contohnya – Jika diartikel sebelumnya telah kita bahas mengenai pengertian etika secara umum, kali ini kita akan mengulas terkait dengan pengertian etika profesi, fungsi dan prinsipnya.

Apa sih etika profesi itu? Secara umum pengertian etika profesi merupakan suatu sikap etis yang dimiliki seseorang sebagai bagaian integral dari sikap hidup dalam mengemban tugasnya dengan menerapkan norma-norma etis umum pada bidang-bidang khusus (profesi) dalam kehidupan manusia.

Etika Profesi : Pengertian Etika Profesi, Fungsi, Prinsip dan Contohnya

Etika profesi ini sendiri sama halnya dengan kode etik profesi yang sangat berhungungan dengan bidang pekerjaan tertentu yang berhubungan langsung dengan masyarakat atau konsumen. Dan konsep dari etika profesi tersebut sebelumnya harus disepakati bersama oleh pihak-pihak yang berada di suatu lingkup kerja tertentu seperti dokter, jurnalistik dan pers, guru, engineering, ilmuan, psikolog dan profesi lainnya.

Selain itu kode etik profesi ini juga memiliki fungsi yaitu sebagai sistem norma, nilai dan aturan profesional secara tertulis dengan tegas menyatakan apa yang benar/baik, dan apa yang tidak benar / tidak baik bagi seorang profesional. Dengan kata lain, kode etik profesi ini dibuat agar seorang profesional seperti dokter, jurnalis, psikolog dan profesi lain bisa bertindak sesuai dengan aturan dan menghindari tindakan yang tidak sesuai dengan kode etik profesi.

Etika Profesi Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami arti dari etika profesi, berikut beberapa pengertian etika profesi menurut para ahli :

1. Anang Usman, SH., MSi

Etika profesi menurut Anang Usman, SH., MSi adalah suatu sikap hidup untuk memenuhi kebutuhan pelayanan profesional dari klien dengan keterlibatan dan keahlian sebagai pelayanan, dalam rangka memenuhi kewajiban masyarkat secara keseluruhan yang membutuhkannya disertai dengan refleksi seksama.

2. Siti Rahayu

Etika profesi menurut Siti Rahayu (2010) adalah suatu kode etik untuk profesi tertentu yang harus dimengerti dan fipahami oleh setiap profesional dan bukan sebagai etika absolut.

3. Kaiser

Etika profesi menurut Kaiser (Suhrawardi Lubis, 1994:6-7) adalah suatu sikap hidup yang berupa keadilan untuk memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan penuh kehalian dan ketertiban dalam rangka melaksanakan tugas untuk melayani masyarakat.

Prinsip Dasar Etika Profesi

Setelah memahami apa arti etika profesi dari beberapa pakar, tentunya anda juga harus mengetahui beberapa prinsip dasar yang menjadi landasan dalam pelaksanaan kode etik profesi. Berikut beberapa prinsip dasar etika profesi :

1. Prinsip Tanggung Jawab

Prinsip dasar pertama dalam etika profesi adalah bahwa setiap profesional harus bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan dan hasilnya. Selain itu, para profesional juga harus memiliki tanggung jawab terhadap dampak apa saja yang mungkin terjadi dari profesinya bagi kehidupan orang lain atau masyarakat.

2. Prinsip Keadilan

Selanjutnya adalah bagi setiap profesional disini dituntut untuk mengedepankan keadilan dalam menjalankan tugas pekerjaannya. Iya, dalam hal ini bentuk keadilan itu harus diberikan kepada siapa saja yang berhak dan tidak pilih-pilih.

3. Prinsip Otonomi

Prinsip ketiga dari etika profesi adalah setiap profesional memiliki wewenang dan kebebasan dalam menjalankan pekerjaannya sesuai dengan profesinya masing-masing. Yang mana seorang profesional disini berhak untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dengan mempertimbangkan kode etik profesinya.

4. Prinsip Integritas Moral

Dan prinsip yang terakhir adalah integritas moral yang mana hal ini berkaitan dengan kualitas kejujuran dan prinsip moral dalam diri seorang profesional yang harus dilakukan secara konsisten dalam menjalankan profesinya. Yang artinya bahwa seorang profesional harus memiliki komitmen pribadi untuk menjaga kepentingan profesinya, dirinya dan masyarakat umum.

Fungsi dan Tujuan Etika Profesi

Setelah mengetahui prinsip etika profesi, berikut akan kami jelaskan terkait dengan fungsi dan tujuan etika profesi. Menurut Undang-undang RI No. 8 Tahun 1974 mengenai pokok-pokok kepegawaian, kode etik profesi merupakan suatu pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dalam kehidupan sehari-hari. Mengacu pada hal tersebut, berikut adalah fungsi dan tujuan etika profesi :

1. Fungsi Kode Etik Profesi

  • Etika profesi berfungsi sebagai pedoman bagi semua anggota profesi mengenai prinsip profesionalitas yang telah ditetapkan.
  • Etika profesi juga berfungsi sebagai alat kontrol sosial bagi masyarakat umum terhadap suatu profesi tertentu.
  • Dan terakhir Etika profesi berfungsi sebagai sarana untuk mencegah campur tangan dari pihak lain diluar organisasi yang terkait dengan hubungan etika dalam keanggotaan suatu profesi.

2. Tujuan Kode Etik Profesi

  • Kode etik profesi bertujuan untuk menjunjung tinggi martabat suatu profesi
  • Selain itu kode etik profesi juga bertujuan untuk menjaga dan mengelola kesejahteraan anggota profesi.
  • Kode etik profesi juga bertujuan untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
  • Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan pelayanan suatu profesi diatas keuntungan pribadi.
  • Dan untuk membantu meningkatkan mutu suatu profesi.
  • Selain itu juga untuk menentukan standar baku bagi suatu profesi.
  • Serta untuk meningkatkan kualitas organisasi menjadi lebih profesional dan terjalin erat.

Contoh Etika Profesi

Setelah mengetahui arti, prinsip dasar, fungsi dan tujuan dari etika profesi, berikut akan kami sajikan contoh etika profesi. Salah satu contoh etika profesi kita bisa mengambil etika profesi kedokteran yang mengatur prinsip moral dan etika dalam menjalankan kegiatan kedokteran. Dalam hal ini, ruang lingkup dari kode etik profesi kedokteran yakni mencakup perilaku dokter terhadap pasien, keluarga, masyarakat, teman sejawat dan mitra kerjanya.

Berikut contoh kode etik profesi kedokteran secara umum :

1. Kewajiban Dokter

  • Kewajiban dokter adalah memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar prosedur operasional serta kebutuhan medis para pasien.
  • Selain itu dokter juga berkewajiban untuk memberikan surat rujukan bagi pasien ke dokter lain yang memiliki keahlian yang lebih baik jika diperlukan.
  • Kewajiban dokter lainnya adalah menjaga kerahasiaan pasien, bahkan setelah pasien tersebut telah meninggal dunia.
  • Kewajiban dokter lainnya adalah memberikan pertolongan darurat atas dasar kemanusiaan, kecuali bila ada pihak lain yang bertugas dan mampu melakukannya.
  • Dan bagi seorang dokter juga wajib meningkatkan ilmu pengetahuin dibidang ilmu kedokteran, yang mana mengingat belakangan ini segala jenis penyakit baru yang semakin banyak bermunculan.

2. Larangan Bagi Dokter

  • Bagi seorang dokter dilarang untuk memuji kemampuan atau keahliannya sendiri
  • Menjaga ucapan atau tindakan yang dalam melemahkan data tahan atau semangat pasien
  • Dokter juga dilarang untuk mengumumkan dan melakukan suatu teknik kedokteran yang belum diuji kebenarannya
  • Dokter juga dilarang untuk melepaskan kemandirian profesi karena pengaruh tertentu
  • Dokter juga dilarang untuk mengambil alih pasien tanpa persetujuan teman sejawat
  • Menentapkan imbalan atas jasanya secara tidak wajar
  • Melakukan diskriminasi dalam melakukan pelayanan terhadap pasien
  • Melakukan kolusi dengan perusahaan farmasi
  • Mengabaikan kesehatannya sendiri
  • Dokter juga dilarang mengeluarkan keterangan palsu meskipun diminta oleh pasien atau keluarga pasien
  • Melakukan pelecehan seksual terhadap pasien atau orang lain
  • Membocorkan rahasia pasien kepada orang lain.

Demikian ulasan yang bisa kami sajikan untuk anda terkait dengan pengertian etika profesi, prinsip dasar, fungsi dan tujuan, dan contoh etika profesi. Semoga dari penjelasan diatas bisa memberikan wawasan baru khususnya untuk anda yang membutuhkan. Sekian dari kami semoga bermanfaat.

 

Pengertian Pendidikan, Tujuan, Fungsi dan Jenis Pendidikan

Pengertian Pendidikan, Tujuan, Fungsi dan Jenis Pendidikan – Pendidikan, tentu kita sudah tidak asing dengan kata tersebut. Bahkan kata pendidikan tersebut sudah menjadi bahan obrolan sehari-hari. Lalu apa sih pendidikan itu? Dan apa tujuan pendidikan untuk diri kita dan negara? Nah, pada pembahasan kali ini kami akan jelaskan terkait dengan pengertian pendidikan secara umum dan pengertian pendidikan menurut para ahli lengkap dengan tujuan, fungsi dan jenis pendidikan.

Secara umum pengertian pendidikan adalah sebuah usaha dan rencana yang memiliki tujuan untuk suatu kelompok didik dengan suasana dan proses pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan. Yang nantinya peserta didik bisa aktif dalam proses perkembangan potensi diri untuk mencetak kekuatan keagamaannnya, pengendalian diri, kepribadian dan kecerdasan yang bisa bermanfaat untuk diri sendiri dan lingkungan masyarakat.

Untuk lebih jelasnya berikut akan kami sajikan pengertian pendidikan menurut sudut pandang para ahli atau pakar pendidikan. Berikut ulasannya :

Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli

1. Ki Hajar Dewantara

Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan merupakan suatu proses menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada peserta didik, yang nantinya peserta didik bisa mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat.

2. Ahmad D Rimba

Menurut Ahmad D Rimba pengertian pendidikan adalah suatu bimbingan yang dilakukan secara sadar oleh seorang guru/pendidik kepada peserta didik yang berfokus pada pendidikan jasmani rohani  dengan tujuan membentuk kepribadian peserta didik yang utama.

3. Martinus Jan Langeveld

Menurut Martinus Jan langeveld pendidikan merupakan suatu proses yang dilakukan pendidik untuk membentuk kepribadian anak agar bisa melakukan tugas hidupnya secara mandiri dan bertanggung jawab. Sederhananya pendidikan merupakan suatu usaha orang dewasa dalam membimbing anak-anak menuju kedewasaan.

4. Gunning dan Kohnstamm

Selanjutnya menurut Gunning dan Kohnstamm pendidikan merupakan suatu proses pembentukan hati nurani dan penentuan diri yang etis dan sesuai dengan hati nurani.

5. Carter V. Good

Menurut Carter V. Good pendidikan merupakan suatu proses perkembangan kecakapan individu dalam bersikap dan berperilaku dilingkungan masyarakat. Suatu proses sosial dimana seseorang akan dipengaruhi oleh suatu lingkungan yang terorganisir seperti rumah atau sekolah. Sehingga dengan adanya pendidikan seoranga anak bisa mencapai perkembangan diri dan kecakapan sosial.

6. Undang-Undang Republik Indonesia

Menurut UU No. 20 Tahun 2003 pengertian pendidikan adalah suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik bisa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual kegamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Setelah mengetahui pengertian pendidikan secara umum dan menurut para ahli dapat kita ambil kesimpulan bahwa pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan seseorang untuk proses pencarian jati diri, pengembangan potensi diri dan pembentukan hati nurani.

Secara etimologi kata pendidikan dalam bahasa Inggris menjadi education. Sedangkan dalam bahasa latin pendidikan disebut sebagai educatum yang berasal ari 2 suku kata yaitu e dan duco. Yang mana e ini berati pengembangan diri dan kata duco ini bearti perkembangan atau sedang dikembangkan. Sehingga secara etimologi pendidikan dapat diartikan sebagai proses pengembangan kemampuan diri dan kekauatan individu.

Dan menurut kamus besar indonesia, pendidikan ini sendiri diartikan sebagai suatu proses perkembangan diri melalui perubahan sikap dan perilaku individu ataupun  sekelompok orang dalam proses pendewasaan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Tujuan Pendidikan

Secara umum tujuan pendidikan adalah untuk mencerdaskan dan mengembangkan potensi peserta didik. Dengan adanya pendidikan, pertumbuhan kecerdasan dan potensi diri setiap anak bisa lebih berkembang dengan bertambahnya ilmu pengetahuan, kreativitas, sehat jasmani dan rohani, memiliki kepribadian yang baik, mandiri dan bertanggung jawab.

Tujuan pendidikan ini sendiri juga telah disebutkan dalam Undang-undang Republik Indonesia diantaranya adalah sebagai berikut :

1. UU No. 2 Tahun 1985

Menurut UU No. 2 Tahun 1985 tujuan pendidikan adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia yang seutuhnya yaitu bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki pengetahuan, sehat jasmani dan rohani, memiliki budi pekerti yang luhur, mandiri, memiliki kepribadian yang baik dan bertanggung jawab terhadap bangsa dan negara.

2. UU No, 2 Tahun 1960

Menurut MPRS No. 2 Tahun 1960 tujuan pendidikan adalah untuk membentuk manusia yang memiliki jiwa pancasilais sejati yang berdasarkan ketentuan-ketentuan yang dikehendaki oleh pembukaan UUD 1945 dan isi UUD 1945.

3. UU No. 20 Tahun 2003

Sedangkan menurut UU. No. 20 Tahun 2003 pasal 3 tentang sistem pendidikan nasional menyatakan bahwa pendidikan memiliki tujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi pribadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Fungsi Pendidikan

Selain memiliki tujuan, pendidikan juga memiliki fungsi yang secara umum adalah untuk mengembangkan kemampuan, membentuk waktak anak dari kecil, membentuk kepribadiannya sehingga nantinya sang anak atau peserta didik bisa menjadi pribadi yang bermartabat.

Menurut Horton dan Hunt, pendidikan memiliki fungsi sebagai berikut :

  • Fungsi pendidikan yang pertama adalah untuk mempersiapkan setiap anggota masyarakat untuk bisa mencara nafkah sendiri
  • Kedua adalah untuk membangun dan mengembangkan bakat dan minat seseorang demi kepuasan pribadi dan kepentingan masyarakat.
  • Ketiga adalah untuk membantu melestarikan budaya yang ada di masyarakat
  • dan fungsi pendidikan yang terakhir adalah untuk menanamkan keterampilan yang dibutuhkan dalam keikutsertaan dalam demokrasi.

Dan menurut David Popenoe, pendidikan memiliki fungsi sebagai berikut :

  • Pendidikan berfungsi untuk mentransfer kebudayaan dari satu generasi ke generasi berikutnya
  • Kedua memilik dan mendidik manusia terkait dengan peranan sosial
  • Fungsi pendidikan ketiga adalah untuk memastikan integasi sosial di masyarakat
  • Keempat adalah untuk mengajarkan corak kepribadian
  • Fungsi pendidikan yang terakhir adalah menjadi sumber inovasi sosial di masyarakat.

Jenis – Jenis Pendidikan

Untuk jenis pendidikan ini sendiri dibagi menjadi tiga jenis yaitu pendidikan formal, pendidikan non formal dan pendidikan informal. Untuk lebih jelasnya berikut ulasannya :

1. Pendidikan Formal

Pendidikan formal merupakan salah satu jenis pendidikan yang terstruktur dan memiliki jenjang seperti pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan sekolah dasar (SD), pendidikan sekolah menengah pertama (SMP), pendidian sekolah menengah atas (SMA) dan pendidikan perguruan tinggi (universitas).

Berikut ini adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan formal:

  • Taman Kanak-kanak (TK)
  • Raudatul Athfal (RA)
  • Sekolah Dasar (SD)
  • Madrasah Ibtidaiyah (MI)
  • Sekolah Menengah Pertama (SMP)
  • Madrasah Tsanawiyah (MTs)
  • Sekolah Menengah Atas (SMA)
  • Madrasah Aliyah (MA)
  • Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
  • Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)
  • Perguruan Tinggi
  • Akademi
  • Politeknik
  • Sekolah Tinggi
  • Institut
  • Universitas

2. Pendidikan Non Formal

Pendidikan non formal merupakan jalur pendidikan yang bisa anda tempuh diluar pendidikan formal yang dilaksanakan secara berjenjang dan berstrukur seperti yang kami jelsakan diatas. Sedangkan untuk jenis pendidikan non formal ini bisa disetarakan dengan hasil program pendidikan formal melalui proses penilaian dari pihak berwenang.

Berikut ini adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan non formal:

  • Kelompok bermain (KB)
  • Taman penitipan anak (TPA)
  • Lembaga kursus
  • Sanggar
  • Lembaga pelatihan
  • Kelompok belajar
  • Pusat kegiatan belajar masyarakat
  • Majelis taklim

3. Pendidikan informal

Pendidikan informal merupakan jenis pendidikan yang berasal dari keluarga, teman, dan lingkungan dimana seorang anak atau peserta didik bisa belajar secara mandiri dari keluarga, teman dan lingkungan tersebut.

Beberapa yang termasuk di dalam pendidikan informal adalah;

  • Agama
  • Budi pekerti
  • Etika
  • Sopan santun
  • Moral
  • Sosialisasi

Demikian ulasan yang bisa kami sajikan untuk anda terkait dengan pengertian pendidikan, tujuan, fungsi dan jenis pendidikan. Semoga ulasan tersebut bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan kalian.

 

 

Implikasi Adalah? Pengertian Implikasi dan Contoh Implikasi Penelitian

Implikasi Adalah? Pengertian Implikasi dan Contoh Implikasi Penelitian – Sebagian besar dari kita tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah implikasi, khususnya buat anda yang terjun dalam penelitian. Namun sebagian orang masih banyak yang menggunakan istilah implikasi ini dalam kehidupan sehari-hari, padahal istilah implikasi ini biasanya digunakan untuk penelitian. Lalu apa sih arti implikasi?

Dalam kehidupan sehari-hari, kata implikasi ini memiliki persamaan kata yang memadai diantaranya adalah keterkaitan, keterlibatan, sangkutan, asosiasi, efek, konotasi, akibat, siratan, maksud dan sugesti. Untuk itu istilah implikasi ini sendiri lebih cocok digunakan dalam konteks bahasa ilmiah dan penelitian.  Untuk lebih jelasnya berikut akan kami sajikan untuk anda terkait dengan pengertian implikasi dan contoh implikasi penelitian.

Implikasi Adalah? Pengertian Implikasi dan Contoh Implikasi Penelitian

Pengertian Implikasi

Sebenarnya ada beberapa pengertian implikasi menurut para ahli. Namun pengertian implikasi menurut para ahli sendiri juga belum bisa menjelaskan secara jelas terkait dengan arti implikasi sebenarnya. Implikasi adalah suatu konsekuensi  atau akibat yang berasal dari hasil penemuan suatu penelitian ilmiah. Selain itu ada juga yang menyebutkan bahwa implikasi adalah suatu analisis atau hasil akhir temuan dari penelitian.

Kata implikasi sendiri sebenarnya memiliki makna yang sangat luas dan beragam. Selain itu kata implikasi ini juga bisa anda gunakan dalam suasana apapun yang mengaharuskan anda untuk berpendapat. Secara sederhana implikasi merupakan suatu dampak dari suatu penelitian.

Pengertian Implikasi Penelitian

Perlu kita ketahui bersama bahwa implikasi dalam penelitian biasanya digunakan sebagai perbandingan. Sehingga bisa dikatakan implikasi penelitian merupakan suatu perbandingan penelitian dari penelitian sebelumnya dengan penelitian yang baru. Atau bisa juga berarti bahwa implikasi merupakan suatu dampak yang ditimbulkan secara langsung dari hasil penelitian atau merupakan suatu kesimpulan dari hasil penelitian.

Selain itu ada tiga jenis implikasi yang biasa digunakan dalam penelitian diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Implikasi Teoritis merupakan suatu penyajian hasil penelitian dengan menggunakan gambar. Gambar-gambar ini nantinya akan menunjang dan melengkapi hasil penelitian yang sudah dilaksanakan, selain itu gambar-gambar yang akan disajikan tentunya harus berkaitan dengan implikasi teoritikal berdasarkan hasil penelitian yang akan disajikan.
  2. Implikasi Manajerial merupakan sebuah analisis atau hasil akhir penelitian yang didapatkan dari kebijakan-kebijakan yang telah diterapkan pada sebuah metode penelitian.
  3. Implikasi Metodologi terkait dengan bagaimana suatu cara atau metode yang digunakan dalam penelitian. Implikasi metodologi ini sendiri memiliki tujuan untuk menyebutkan kesulitan-kesulitan maupun tantangan yang dialami oleh peneliti. Sehingga nantinya peneliti bisa mendapatkan masukan atau perbaikan dari penelitian yang sudah diteliti.

Contoh Implikasi

Selain ketiga jenis implikasi tersebut implikasi teoritis, implikasi manajerial dan implikasi metodologi, ada juga contoh atau jenis implikasi yang berasal dari pemanfaatan implikasi metode penelitian diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Implikasi Dalam Kepemimpinan

Perlu kita ketahui bersama bahwa untuk menjadi pemimpin ada banyak hal yang wajib kita perhatikan. Iya, menjadi seorang pemimpin tentunya wajib memiliki sikap yang berkualitas dan bertanggung jawab demi kemajuan suatu organisasi atau perusahaan.

Selain itu seorang pemimpin juga harus memiliki sikap sebagai seorang leader dengan tujuan dan visi misi yang jelas. Tidak hanya itu, seorang pemimpin juga harus memiliki kemampuan untuk memberikan dorongan untuk anggotanya dan mengutamakan jalinan yang manusiawi dan menghargai. Sehingga nantinya akan tercipta pemimpin yang memiliki implikasi dan fungsi positif bagi perushaaan maupun anggotanya.

2. Implikasi Etika

Implikasi etika yang dalam hal ini berkaitan dengan formalitas yang dilakukan. Yang mana sebuah etika tentunya sudah diajarkan sejak dini yang kemudian akan berlanjut untuk terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang kita tau bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan kebudayaan namun tetap tidak meninggalkan etika seperti contoh yang paling simple adalah seseorang yang usianya lebih mudah wajib menjunjung dan menghormati orang yang lebih tua.

3. Implikasi Budaya

Implikasi budaya merupakan metode budaya yang didalamnya mengkaji tentang bagaimana seseorang harus bersikap secara tepat dalam kebudayaan. Seperti yang kita tau bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki beragam kebudayaan.  Sebagai warga Indonesia yang baik menjunjung tinggi kebudayaan seharusnya tidak merendahkan budaya lain, seharusnya dengan berbagai macam budaya yang kita miliki membuat kita untuk lebih menghormati budaya sesama warga negara dari beragam latar belakang budaya.

4. Implikasi Globalisasi

Implikasi globalisasi merupakan suatu metode yang mengkaji terkait dengan dampak dari globalilasi terhadap lingkungan masyarakat dalam segala aspek seperti ekonomi, politik, sosial, budaya, pendidikan, pertahanan dan keamanan.

Demikian ulasan yang bisa kami sajikan terkait dengan pengertian implikasi dengan berbagai metodenya. Dari penjelasan diatas bisa kita ambil kesimpulan bahwa implikasi merupakan satu hal yang harus kita pahami untuk melangsungkan proses penelitian dengan baik, sehingga nantinya bisa menghasilkan penelitian yang bermanfaat dan membuahkan pemikiran yang maju dan berkembang. Sekian dari kami semoga bermanfaat.

 

 

 

Pengertian Stakeholder, Teori dan Contohnya

Pengertian Stakeholder, Teori dan Contohnya – Apa itu stakeholder? Bagi sebagian orang mungkin sudah sering mendengar istilah ini khususnya bagi mereka yang bekerja diperusahaan. Dalam berbagai bidang, stakeholder ini sering digunakan untuk menunjuk pada suatu komunitas atau sekelompok orang yang memiliki kepentingan tertentu, dimana nantinya akan banyak faktor yang mempengaruhi berhasil atau tidaknya sebuah perusahaan.

Stakeholder merupakan suatu komunitas atau kelompok yang memiliki kepentingan, yang mana dari hadirnya komunitas atau kelompok tersebut akan sangat mempengaruhi pencapaian usaha. Dan begitu sebaliknya, kepentingan dari komunitas atau kelompok tersebut hanya bisa dicapai dengan peranserta dari perusahaan. Untuk lebih jelasnya berikut ulasannya :

Pengertian Stakeholder, Teori dan Contohnya

Pengertian Stakeholder

Apa itu stakeholder? Stakeholder merupakan sekelompok masyarakat yang memiliki hubungan dengan sebuah perusahaan baik sebagai pihak yang mempengaruhi maupun terpengaruhi. Pada dasarnya kelompok ini harus memiliki hubungan dengan instansi yang berhubungan dengan bidang ekonomi, sosial, dan lain sebagainya. Secara tidak langsung posisi stakeholder ini sangat mempengaruhi hasil dari sebuah usaha baik secara keseluruhan maupun beberapa bagian saja. Berikut ulasannya menurut salah satu ahli yaitu Wibisono :

1. Instrumental

Dalam teori ini menyebutkan bahwa salah satu strategi yang bisa meningkatkan kinerja perusahaan adalah dengan memperhatikan kepentingan stakeholder. Yang mana keduanya harus memiliki hubungan yang saling menguntungkan. Pasalnya jika stalkeholder dan kinerja perusahaan bisa dijaga dengan baik, maka pendapatan yang didapatkan perusahaan akan semakin bertambah. Sehingga tidak heran jika pihak manajer sangat menjaga hubungan interaksi dengan pemangku kepentingan agar prosesnya bisa berjalan dengan lancar.

2. Normatif

Perlu kita ketahui bersama bahwa untuk menjalankan sebuah usaha atau bisnis kita tidak bisa jika hanya memperhitungkan keuntungannya saja. Pihak-pihak yang berjasa seperti stakehorlder juga berhak atas imbalan yang pantas. Selain itu perlu kita ketahui juga bahwa stakeholder yang memiliki pengaruh positif terhadap perusahaan juga bisa mengalihkan kepentingan ke pihak lain. Jika sudah begini bisa dipastikan akan ada kerugian yang diterima karena partisipan dalam persahaan berkurang. Sehingga bisa dikatakan bahwa stakeholder ini memiliki pengaruh yang cukup besar bagi perusahaan dan harus dijaga.

3. Deskriptif

Stakeholder merupakan suatu teori yang memberikan gambaran bagaimana seorang manajer harus mengelola tugas pemangku kepentingan agar bisa saling menguntungkan. Karena bagaimanpun juga keduanya saling membutuhkan dan jika ada yang merasa berat sebelah maka nantinya akan berimbas pada hasil perusahaan. Dan tentunya peran manajer disini sangat penting agar proses kinerja bisa berjalan dengan lancar tanpa kendala dan bisa membuahkan keuntungan yang besar bagi perusahaan.

Iya bagi sebagian orang khususnya yang tidak berkecimpung di dunia bisnis dan finansial tentu akan bertanya apa sih stakeholder itu? Secara tidak sadar istilah ini sering kali muncul dikehidupan kita sehari-hari. Namun, masih belum mengetahui pasti apa nama dan pengertiannya. Untuk lebih mudah mengetahui apa sebenarnya stakeholder, kita bisa lihat beberapa kejadian yang sering kita temui.  Stakeholder tidak hanya berkaitan dengan bidang ekonomi saja, ada juga yang berasal dari pemerintah, komunitas bahkan media massa.

Contoh Stakeholder

Beberapa contoh stakeholder bisa sering kita jumpai seperti pada staff, karyawan, supplier, dosen, satpam, bahkan mahasiswa. Pasalnya selama hal tersebut masih berkaitan dengan sebuah usaha, maka siapa saja bisa menduduki sebagai pemangku kepentingan. Misalnya dari sisi pemerintahan, peraturan yang dikeluarkan nantinya akan berpengaruh pada kebijakan yang diambil, bisa jadi menguntungkan atau sebaliknya. Untuk itu sebagai atasan harus mengetahui cara untuk membina hubungan baik dengan berbagai pihak.

Jika dari segi perusahaan, kita juga harus memperhatikan kelompok masyarakat yang mana mereka juga memiliki peran yang sangat besar dalam memberikan pendapatan kepada perusahaan. Iya, perannya tentu saja sebagai konsumen yang akan membeli produk yang dihasilkan. Semakin banyak kelompok masyarakat yang mengkonsumsi atau membeli maka keuntungan yang diperoleh juga akan bertambahh. Oleh karena itu kepuasan pelanggan akan sangat dibutuhkan agar masyarakat tetap menggunakan produk kita dan tidak beralih ke yang lain.

Demikian ulasan yang bisa kami sajikan untuk anda terkait dengan pengertian stakeholder, teori dan contohnya yang bisa kami tarik kesimpulan bahwa stakeholder merupakan pihak yang sangat berpengaruh pada perkembangan perusahaan dan salah satu yang bisa menghubungkan antara keduanya adalah manajer yang mana bertugas untuk menciptakan hubungan yang baik dan harmonis. Sekian dari kami semoga bermanfaat.

 

Pengertian Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, Perbedaan dan Contohnya

Pengertian Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, Perbedaan dan Contohnya – Masih soal metode penelitian, jika kemarin kita sudah membahas mengenai pengertian variabel penelitian. Kali ini kami akan membahas mengenai pengertian metode penelitian. Perlu kita ketahui bersama bahwa dalam dunia penelitian terdapat dua metode yang bisa anda gunakana yaitu kualitatif dan kuantitatif.

Dari kedua metode tersebut sebenarnya bisa kita gunakan secara bersamaan, tapi kebanyakan dari kita khususnya yang mengerjakan skripsi lebih sering menggunakan salah satunya. Memahami metode penelitian menjadi salah satu point terpenting sebelum melakukan penelitian. Pasalnya pemilihan metode yang akan digunakan nantinya akan sangat berkaitan dengan permasalahan yang akan diangkat oleh penelliti.

Pengertian Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, Perbedaan dan Contohnya

Lalu apa yang membedakan antara metode penelitian kualitatif dan kuantitatif? Untuk lebih jelasnya berikut penjelasannya.

Pengertian Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Metode penelitian kualitatif merupakan suatu metode yang berfokus pada pemahaman fenomena sosial dari sudut pandang partisipan secara deskriptif. Bisa dikatakan bahwa metode penelitian ini lebih menekankan pada penelitian yang bersifat memberikan gambaran secara jelas sesuai dengan fakta dilapangan dan hasilnya dituangkan secara deskriptif.

Selain itu pada proses penelitain kualitatif ini sendiri juga dikenal dengan istilah paradigma alamiah yang mana dari segala proses penelitian yang terjadi harus dilaporkan sesuai dengan kenyataan dan tidak ada manipulasi. Jika dalam proses penelitaian terjadi suatu hal minus, maka hal tersebut harus tetap dilaporkan pada hasil penelitian.

Berbeda dengan metode penelitian kuantitatif yang mana pada metode ini peneliti nantinya akan memberikan gambaran terhadap suatu objek melalui teknik analisis tertentu berupa data. Yang mana data tersebut didapat dari sampel orang-orang yang diminta untuk menjawab sejumlah pertanyaan terkait dengan survei. untuk menentukan frekuensi dan persentase tanggapan mereka.

Tujuan dari penelitaian kuantitatif ini sendiri adalah untuk mengembangkan model-model matematis, teori dan hipotetsis yang berkaitan denfan fenomena alam. Sama halnya dengan metode penelitain kualitatif, metode penelitan kuantitatif ini juga harus dilakukan sesuai realita. Namun untuk hasil penelitiannya tergantung pada proses analisis data yang dilakukan.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa hal yang membedakan antara metode penelitian kualitatif dan metode penelitian kuantitatif :

Perbedaan Metode Kualitatif dan Kuantitatif

1. Jenis Data

Pada metode kualitatif biasanya menggunakan jenis data dalam bentuk bukan angka atau lebih tepatnya adalah dalam bentuk deskriptif. Misalnya sebuah penelitian yang membahas mengenai karakter seorang siswa SMP. Maka data penelitiannya bisa berupa Rajin dan Tidak Rajin, Sangat Rajin, Cukup Rajin. Sedangkan untuk penelitian kuantitatif biasanya berbentuk angka-angka yang nantinya akan dianalisis menggunakan SPSS. Contoh penelitian kuantitatif terkait hasil belajar siswa berupa 90, 80, 70, 85 dan seterusnya.

2. Jenis Teori

Pada metode kuantitatif ini biasanya menggunakan teori yang bersifat dedukatif. Yang mana proses penelitian ini dilakukan dari hal-hal yang bersifat umum ke hal-hal yang bersifat khusus. Berbeda dengan metode kualitatif penelitiannya dilakukan secara terbalik yang mana fenomena-fenomena khusus dapat dijadikan sebagai landasan untuk mendapatkan kesimpulan fenomena secara umum (teori induktif).

3. Proses Analisis

Seperti yang sudah kami jelaskan diatas, bahwa untuk metode kuantitatif ini lebih banyak mengguankan teknik alanisis untuk memperoleh sebuah kesimpulan. Yang mana untuk teknik analisisnya bisa menggunakan diagram, tabel dan lainnya. Sementara itu untuk metode kualitatif proses analisisnya berdasarkan data yang ditemukan sesuai fakta yang ada dilapangan. Yang kemudian data tersebut dianalisis secara general untuk memperoleh kesimpulan yang bersifat umum.

4. Perihal Tujuan

Orientasi metode kualitatif biasanya bertujuan untuk memberikan penilaian atau mengkritisi teori yang sudah ada. Sedangkan pada metode kuantitatif peneliti harus melalukan uji coba dari teori tersebut. Sebagai contoh pada penelitian kualitatif disini peneliti yang mengkritisi materi dari sebuah pelajaran yang mana peneliti mencoba melakukan analisa terhadap kekeliruan pada buku tersebut serta memberikan pembenarannya. Sedangkan pada contoh penelitian dengan menggunakan metode kuantitatif adalah peneliti melalukan uji coba dari buku yang dikembangkan secara mandiri kepada siswa.

Demikian ulasan yang bisa kita sajikan untuk anda terkait dengan pengertian metode penelitian kualitatif dan kuantitatif lengkap dengan contoh dan perbedaan antar keduanya. Jika dilihat dari pengertian diatas metode kualitatif dan kuantitatif memiliki perbedaan yang signifikan. Sehingga harapan kami dari ulasan tersebut diatas bisa mempermudah anda dalam membedakan kedua metode penelitian diatas. Sekian dari kami semoga bermanfaat.

 

 

Pengertian Variabel Penelitian Beserta Jenis dan Contohnya

Pengertian Variabel Penelitian Beserta Jenis dan Contohnya – Untuk melengkapi artikel sebelumnya, kali ini kami akan jelaskan terkait dengan pengertian variabel penelitian beserta jenis dan contohnya.

Apa sih penelitian itu? Penelitian merupakan sebuah proses ilmiah dan sistematis untuk mengetahui segala sesuatu yang diinginkan. Dan hasilnya nantinya bisa digunakan untuk masyarakat atau bisa juga digunakan sebagai bahan acuan untuk proses penelitian selanjutnya yang lebih mendalam.

Pengertian Variable Penelitian Beserta Jenis dan Contohnya

Dalam penelitian ada banyak sekali komponen yang harus anda perhatikan salah satunya adalah objek yang akan anda teliti, yang mana dalam hal ini disebut sebagai variabel penelitian. Dalam penelitian, penentuan variable penelitian menjadi tahap awal yang harus anda kerjakan karena nantinya akan berkaitan dengan objek apa yang akan anda observasi.

Pengertian Variabel Penelitian

Secara umum variabel merupakan objek yang akan dijadikan penelitian baik abstrak ataupun real. Dalam proses penelitian ini harus sistematis dan sesuai dengan kaidah ilmiah, sehingga hasil dari observasi atau penelitiannya nanti bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Selain variabel penelitian, anda juga harus memperhatikan landasan teori yang akan anda gunakan dalam proses penelitian karena landasan teori ini nantinya akan mempengaruhi hasil penelitian anda. Sedangkan untuk jumlah variablenya ini bebas, tergantung pada jenis penelitian yang akan anda lakukan. Berikut beberapa devinisi variable penelitian :

  • Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang memiliki variasi nilai atau memiliki nilai yang berbeda dan dapat ditukar.
  • Variabel penelitian merupakan suatu hal yang bisa berbentuk apa saja yang ditetapkan ileh peneliti untuk diobservasi atau dipelajari sehingga nantinya akan memperoleh hasil/informasi mengenai hal tersebut dan kemudian ditarik keimpulan.
  • Variabel penelitian merupakan kontruk atau sifat yang akan dipelajari.

Setelah mengetahui pengertian variabel penelitian langkah selanjutnya adalah mempelajari ragamnya. Berikut beberapa jenis variable penelitian yang harus anda ketahui :

Jenis – Jenis Variabel Penelitian

1. Variabel Bebas dan Terikat

Variable bebas merupakan objek penelitian yang memiliki sifat yang bebas dan hasilnya tidak dipengaruhi oleh apapun. Berbeda dengan variable terikat yang mana variable ini hasilnya bisa dipengaruhi oleh objek penelitian yang lain. Namun dari kedua variable tersebut nantinya akan saling berhubungan. Sebagai contoh pada penelitian yang berkaitan dengan hasil belajar dan minat belajar. Dari contoh tersebut objek bebasnya adalah minat belajar yang mempengaruhi hasil belajar.

2. Dinamis dan Statis

Jika pada variable bebas dan terikat lebih menekankan pada hubungan antar keduanya. Maka berbeda pada jenis variable ini. Variable bisa dikatakan dinamis jika karakter atau jumlahnya bisa berubah. Misalnya prestasi kerja, motivasi belajar dan lainnya. Dan untuk yang bersifat statis ini artinya tidak bisa dirubah seperti nama, jenis kelamin, pendidikan dan sebagainya.

3. Konseptual dan Faktual

Seperti yang sudah kami jelaskan diatas bahwa variable merupakan proses mengolah objek yang nyata maupun abstrak untuk mendapatkan hasil penelitian yang diinginkan. Maksud dari konseptual ini sendiri adalah sebuah tahapan penelitian berdasarkan konsep yang sudah ada atau telah ditetapkan. Sedangkan faktual ini merupakan sebuah variable penelitian yang nyata dan ada sejak dulu. Dari sini bisa dilihat bahwa antara konseptual dan faktual memiliki karakter yang saling berlawanan. Sebagai contoh dari keduanya adalaha semangat belajar dan umur. Semangat belajar ini bersifat konseptual dan umur adalah sesuatu yang faktual sesuai dengan keadaan yang sebenarnya saat itu.

4. Aktif dan Atribut

Perlu kita ketahui bahwa ada variable penelitian yang bisa dimanipulasi dan ada yang tidak bisa dimanipulasi. Jika dilihat dari pendapat Kidder variable penelitian merupakan suatu hasil yang didapatkan oleh peneliti setelah menarik kesimpulan dari proses yang dilakukan. Disini ada dua jenis variable yaitu variable aktif yang mana objeknya bisa dimanipulasi, dan artibut yang mana sifat objeknya tidak bisa dirubah.

Untuk melakukan penelitian ada banyak hal yang harus kita pahami salah satunya adalah pengertian variable, yang mana nantinya bisa memudahkan anda untuk mendapatkan data yang anda inginkan. Setelah menentukan variable atau objek penelitian, langkah selanjutnya adalah mengolah dan melakukan evaluasi mengenai metode apa yang cocok untuk digunakan dalam penelitian anda. Selain itu anda juga bisa menentukan hipotesa yang mana hal ini menjadi salah satu bagian penting dalam proses penelitian.

Untuk menentukan variable penelitian ada beberapa hal yang harus anda ketahui yaitu bersifat relevan dengan tujuan penelitian, bisa dinilai dan diamati, mudah diidentifikasi, klarifikasi dan definisinya jelas. Karena variable ini menjadi salah satu objek penting dalam penelitian, maka anda harus bisa memilih variable sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Selain itu proses dan landasan teori yang digunakan juga bisa mempengaruhi hasil observasi.

Sehingga bisa kita tarik kesimpulan bahwa semakin bagus variable yang dipilih maka hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Demikian informasi yang bisa kami sajikan untuk anda terkait dengan pengertian variable penelitian, jenis dan contohnya. Sekian dari kami semoga bermanfaat.

Contoh Biografi dan Autobiografi Beserta Strukturnya

Contoh Biografi dan Autobiografi Beserta Strukturnya – Setelah kemarin telah kita jabarkan mengenai pengertian biografi, ciri dan strukturnya. Pada kesempatan kali ini kami akan uraikan terkait dengan contoh biografi dan autobiografi beserta strukturnya. Jika anda suka membaca novel atau jurnal tentu akan sering menemui teks biografi pada bagian terakhir novel.

Perlu kita ketahui bersama bahwa ada banyak sekali contoh teks biografi yang bisa kita temui. Semakin banyak kita membaca novel atau jurnal maka akan semakin banyak referensi teks biografi yang bisa kita jadikan sebagai acuan ketika ingin membuat teks biografi. Untuk lebih jelasnya berikut ulasannya.

Contoh Biografi dan Autobiografi Beserta Strukturnya

Pengertian Teks Biografi dan Autobiografi

Sebelum masuk ke pembahasan inti terkait dengan contoh teks biografi dan autobiografi dan strukturnya, alangkah baiknya jika kita memahami makna dari teks biografi dan autobiografi terlebih dahulu.

Teks biografi merupakan teks pengenalan para tokoh terkait dengan riwayat hifup, sejarah perjalanan hidupnya serta karirnya hingga menjadi orang sukses, bahkan mengenai kelebihan dan kekurangan para tokoh. Selain itu dalam pembuatan teks biografi kita harus mempertimbangkan mengenai prestasi-prestasi tokoh yang akan kita angkat sebagai topik karena hal tersebut akan menginspirasi para pembaca. Sehingga dengan adanya teks biografi ini pembaca bisa termotivasi atas prestasi-prestasi yang ada tokoh tersebut.

Berbeda dengan teks biografi, teks autobiografi ini adalah kebalikan dari teks biografi. Yang mana jika teks biografi ini menceritakan tentang biografi para tokoh sedangkan untuk autobiografi ini menceritakan dirinya sendiri tanpa adanya perantara. Untuk lebih jelasnya berikut contoh teks biografi dan autobiografi.

Struktur Teks Biografi

Dalam pembuatan teks biografi ini ada tiga struktur yang harus anda perhatikan, yang mana ketiga struktur ini harus ada dalam teks biografi agar menjadi satu kesatuan, berikut struktur teks biografi :

  • Orientasi, merupakan bagian pembuka atau cerita awal yang menjadi pengantar dari teks biografi.
  • Peristiwa dan masalah, merupakan teks yang menjelaskan mengenai kehidupan tokoh yang akan kita angkat sebagai topik dari nol sampai sekarang dan berisi mengenai hal-hal yang berkesan dalam hidup serta menjelaskan tentang kelebihan dan kekurangan tokoh.
  • Reorientasi, merupakan bagian penutup cerita dan bisa juga berisikan pendapat penulis mengenai tokoh inspirasinya itu.

Setelah mengetahui arti dan struktur teks biografi, berikut akan kami sajikan contoh biografi yang bisa anda jadikan sebagai bahan referensi. Berikut ulasannya :

Contoh Biografi Pahlawan

Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat merupakan nama lengkap dari RA Kartini. Beliau adalah pahlawan wanita yang menjadi kebanggaan kaum hawa di Indonesia. RA Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879 di Mayong, Jepara, Jawa Tengah yang merupakan keturunan ningrat. Dan meninggal pada 17 September 1904 di Kabupaten Rembang di usianya yanag ke-25 tahun.

RA Kartini adalah sosok wanita hemat yang haus akan ilmu dan gemar membaca.  Ketertarikannya dalam membaca membuat beliau memiliki pengetahuan yang luas soal ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Di usianya yang masih muda RA Kartini telah membuat berbagai buku yang salah satunya adalah berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang” dengan menggunakan bahasa Melayu.

RA Kartini menjadi salah satu pahlawan Indonesia yang memberikan perhatian khusus pada masalah emansipasi wanita dan masalah sosial. Beliau beranggapan bahwa seorang wanita perlu memperoleh persamaan, kebebesan, otonomi serta kesetaraan hukum.

Contoh Autobiografi / Biografi Diri Sendiri

Nama saya Mahardika yang biasa dipanggil Dika. Saya lahir dari pasangan Mustofa dan Siti Arifah yang lahir di Malang pada tanggal 15 Mei 1996. Bapak saya bekerja sebagai sopir dan Ibu saya adalah seorang guru swasta. Saya anak kedua dari tiga bersaudara. Kakak pertama saya telah menikah dan tinggal di Surabaya bersama suaminya. Dan adik saya saat ini masih duduk di kelas 11 di MAN 3 Malang.

Saya mulai masuk SD pada usia 6 Tahun, saya sekolah di SDN 1 Blimbing Malang, ketika SMP saya sekolah di SMPN 5 Malang dan lanjut SMA nya di MAN 3 Malang. Saya adalah sosok lelaki yang mencintai seni terutama seni musik dan gambar. Ketika SMA saya dan teman-teman berhasil meraih juara 1 musikalisasi puisi tingkat nasional diadakan di Surabaya.

Keinginan saya adalah melanjutkan sekolah ke ISI (Institut Seni Indonesia) di Yogjakarta, namun orang tua melarang dan akhirnya saya melanjutkan sekolah di UIN Malang dengan jurusan Psikologi. Meski demikian, dunia seni tetap mengalir dalam diri saya dan akan terus saya kembangkan dengan mengikuti UKM Komust yang ada di kampus. Dan saat ini saya telah menyelesaikan study saya di UIN Malang dengan baik.

Contoh Biografi Teman

Namanya Nurul Imliyah, biasa dipanggil dengan nama Ilmi. Dia lahir pada tanggal 25 Februari 1989 di Kediri. Wanita satu ini memiliki perawakan yang lumayan tinggi dan sedikit gemuk. Ilmi merupakan anak ke-2 dari dua bersaudara. Saat ini Ilmi telah bekerja di salah satu Rumah Sakit di Trenggalek sebagai Psikolog sesuai dengan jurusannya yang sudah lulus S2 di Universitas 10 November Surabaya.

Ilmi dibesarkan dari keluarga yang agamis dan terlahir dari keluarga kaya. Bapaknya adalah seorang pengusaha pembuat gula dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Meski dia terlahir dari keluarga kaya namun gaya hidupnya sangat sederhana dan tidak pilih-pilih teman, sehingga tidak heran jika ilmi disukai banyak orang dan memiliki banyak teman.

Ilmi adalah sosok perempuan yang easy going, suka treveling dan kuliner. Kalau lagi jalan bareng sama temen-temen, si Ilmi ini paling tidak bisa nahan untuk beli makanan, sampai-sampai salah satu dari kita harus nahan dia buat stop buat beli makanan. Meski demikian Ilmi adalah sosok yang perhatian, supel, humoris dan penuh kehangatan.

Contoh Biografi Tentang Guru

Nama beliau adalah Nurkaromah, biasa dipanggil dengan nama Bu Nur. Beliau adalah salah satu guru BK di SMPN1 Gempol yang lahir pada tanggal 16 Maret di Kota Pasuruan. Beliau adalah sosok guru yang baik, lemah lembut dan tidak pernah marah dengan murid-muridnya, Meski kita hanya bisa bertatap muka di pelajaran BK dengan waktu yang sangat singkat, tapi beliau tetap membuka ruangannya buat kita-kita yang mau curhat atau diskusi soal pelajaran, orang tua, dan teman disela-sela waktu pelajaran bahkan ketika istirahat sekolah.

Guru BK pada umumnya memang terkenal jahat dan suka menyita ini itu, tapi berbeda dengan guru BK kita yang satu ini. Beliau sangat baik dan selalu bisa memberikan saran yang memuaskan buat kita para muridnya. Beliau saat ini sudah berusia sekitar 50tahun, semoga sehat selalu buat Bu Nur.

Demikian ulasan yang bisa kami sajikan untuk anda terkait dengan contoh teks biografi dan autobiografi. Sebenarnya cukup mudah bukan untuk membuat teks biografi, tinggal bagaimana kita mengenal beliau atau tokoh yang akan kita angkat sebagai topik lalu kita tinggal menceritakan ulang melalui bahasa yang baku dan mudah dipahami. Sekian dari kami semoga bermanfaat.

 

 

Pengertian Teks Biografi, Ciri-Ciri, Tujuan dan Strukturnya

Pengertian Teks Biografi, Ciri-Ciri, Tujuan dan Strukturnya – Teks biografi merupakan suatu teks yang menjelaskan tentang kisah dan riwayat hidup seorang tokoh kepada pembaca. Teks biografi ini bisa kita temui dalam buku novel maupun jurnal yang menjelaskan tentang biografi seseorang seperti contoh biografi penulisnya atau tokoh tertentu.

Secara sederhana teks biografi ini mungkin sudah banyak yang mengetahui, namun kita juga harus mempelajari apa teks biografi itu secara mendalam. Pasalnya pembuatan teks biografi ini bisa berguna untuk mempelajari cara memperkenalkan diri saat hendak melamar pekerjaan. Untuk itu pada kesempatan kali ini kami akan coba membagikan informasi terkait dengan pengertian teks biografi, ciri-ciri, tujuan dan struktur teks biografi. Berikut ulasannya :

Pengertian Teks Biografi, Ciri-Ciri, Tujuan dan Strukturnya

Pengertian Teks Biografi

Teks biografi merupakan suatu teks yang menjelaskan atau memperkenalkan seorang tokoh mengenai riwayat hidup serta kelebihan dan kekuranagn yang mana nantinya bisa menjadi teladan bagi pembaca. Apabila ada teks yang memperkenalkan dirinya sendiri maka teks tersebut disebut autobiografi. Teks biografi ini biasanya terletak pada bagian belakang novel, buku cerita, laporan lain lain sebagainya. Sedangkan untuk autobiografi ini biasanya terletak pada lembar lamaran pekerjaan atau yang biasa kita kenal dengan daftar riwayat hidup.

Ciri – Ciri Teks Biografi

1. Dibuat Berdasarkan Fakta

Teks biografi ini berisikan fakta sesuai dengan kisah hidup seorang tokoh yang diceritakan. Biasanya gaya penulisan dari teks biografi ini sendiri dibuat dalam bentuk narasi sehingga lebih menarik untuk dibaca.

2. Isinya Dapat Menginspirasi

Dalam teks biografi ini biasanya terdapat kisah menarik dan menginspirasi dari kehidupan tokoh untuk para pembacanya. Sehingga tidak heran jika kebanyakan contoh teks biografi adalah kisah hidup tokoh-tokoh terkenal dan sukses. Umumnya kisah kesuksesan merekalah yang diangat dalam penulisan sehingga nantinya bisa menginspirasi pembacanya.

3. Memiliki Struktur yang Jelas

Layaknya teks lainnya, teks biografi ini juga harus memiliki struktur yang jelas yang nantinya bisa membedakan antara tes biografi dengan jenis teks lainnya.

Tujuan Teks Biografi

Dalam penulisan teks biografi terdapat beberapa tujuan diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Tujuan pertama adanya teks biografi ini adalah untuk menginspirasi para pembaca bahwa untuk meraih prestasi atau kesuksesan itu dibutuhkan usaha, kerja keras, doa dan tawakkal. Yang mana ketika kita mau berusaha tentu akan membuahkan hasil.
  2. Tujuan kedua adalah memotivasi para pembaca untuk lebih giat dalam bekerja, bekerja maupun melakukan kegiatan lainnya dengan sungguh-sungguh agar nantinya bisa menjadi orang yang sukses dan bermanfaat untuk orang lain.
  3. Selanjutnya adalah memberikan informasi bawaha setuap manusia yang memiliki jabatan tinggi maupun tidak tinggi tentu memiliki kelebihan dan kekurangan yang nantinya akan menyadarkan para pembaca untuk tidak terlalu mengidolakan tokoh secara berlebihan.
  4. Tujuan teks biografi selanjutnya adalah sebagai contoh atau mengambil hikmahnya. Sehingga segala hal baik yang dilakukan oleh tokoh bisa anda contoh dan yang tidak baik bisa ditinggalkan.
  5. Selain itu tujuan dari teks biografi adalah agar pembaca bisa menghilangkan kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik dalam hidupnya. Sehingga dengan teks biografi ini pembaca bisa mengambul pelajaran dari biografi seorang tokoh.

Struktur Teks Biografi

Layaknya teks lainnya, teks biografi ini juga memiliki strukur yang mana untuk struktur teks biografi ini sendiri dibagai menjadi tiga bagian yaitu :

  • Orientasi, pada bagian ini teks biografi ini berisikan pengenalan tokoh atau gambaran awal tokoh yang sedang menjadi topik.
  • Peristiwa dan Masalah, pada bagian ini berisikan mengenai peristiwa atau kejadian apa saja yang pernah dialami oleh tokoh dalam meraih tujuan serta hal apa saja yang mengesankan dalam hidup serta hal apa saja yang menyedihkan dalam hidup yang pernah dirasakan oleh tokoh. Sehingga bisa dikatakan semua kisah hidupnya ada pada bagian ini,
  • Reorientasi, pada bagian ini merupakan bagian penutup yang mana berisikan kesan dan pesan penulis terhadap tokoh yang dijadikan topik.

Dari struktur teks biografi diatas bisa disimpulkan bahwa teks biografi ini berisikan cerita mengenai tokoh baik itu kelebihan dan kekurangannya serta memuat hal-hal yang berkesan dalam hidupnya. Dan struktur teks biografi ini menjadi hal yang penting dan menjadi pembeda dari teks teks lainnya.

Demikian informasi yang dapat kami sajikan untuk anda terkait dengan pengertian teks biografi, ciri-ciri, tujuan dan struktur teks biografi. Semoga dengan ulasan ini bisa memberikan pemahaman kepada kita semua khususnya buat anda yang membutuhkan. Sekian dari kami semoga bermanfaat.